Contextual Advertising

Contextual advertising menempatkan iklan pada halaman web berdasarkan konten dan keyword halaman tersebut. Apa tujuan dan bagaimana cara kerjanya?

Digital Marketing

Mau Belajar

Digital Marketing

GRATIS?

Belajar di RevoU! Dapatkan skill digital paling in-demand langsung dari praktisi terbaik di bidangnya. Kelas online 100% LIVE, 1:1 career coaching, dan akses ke Community Hub dengan 6000+ member selamanya untuk support perkembangan karir kamu!

IKUT KURSUS GRATIS

Mau Belajar

Digital Marketing

GRATIS?

Apa itu Contextual Advertising?

Contextual advertising adalah strategi digital marketing yang menempatkan iklan pada halaman web berdasarkan konten dan keyword halaman tersebut, bertujuan untuk meningkatkan relevansi dan efektivitas iklan. 

Teknik ini populer karena iklan yang ditampilkan sesuai dengan minat pengunjung, sehingga meningkatkan kemungkinan iklan mendapatkan interaksi yang lebih besar.

Dalam digital marketing, kecocokan antara konten dan iklan sangat penting untuk menciptakan user experience yang nyaman dan juga meningkatkan efektivitas iklan. Contextual advertising memanfaatkan algoritma untuk analisis konten secara real-time, memastikan iklan selalu relevan dengan konten yang sedang dibaca atau ditonton user.

Keuntungan Contextual Advertising

Inilah beberapa keuntungan dari contextual advertising:

  • Biaya lebih efisien: contextual advertising hanya membayar untuk iklan yang diklik, membuat metode ini lebih hemat biaya dibandingkan dengan iklan tradisional.
  • Target traffic yang sesuai: contextual advertising memastikan iklan disesuaikan dengan konten yang relevan berdasarkan keyword atau topik, meningkatkan kemungkinan interaksi dan konversi.
  • Pengukuran lebih akurat: contextual advertising memungkinkan pengukuran yang tepat tentang kontribusi iklan terhadap pendapatan, di mana hal ini penting untuk analisis dan pengoptimalan campaign.
  • Keterlibatan user: iklan yang relevan dengan konten yang sedang ditelusuri berpotensi meningkatkan kepuasan user, karena membantu mereka menemukan informasi yang selaras.
  • Tidak mengganggu: dibandingkan dengan pop-up atau iklan yang tidak relevan, contextual advertising lebih tidak mengganggu user experience.
  • Membangun brand association yang positif: contextual advertising meningkatkan brand association yang positif di mata user, karena relevansi dan kecocokan konten dengan kebutuhan mereka.

Cara Kerja Contextual Advertising

Dirangkum dari Instapage, cara kerja contextual advertising melibatkan beberapa langkah untuk menempatkan iklan pada konten web yang relevan:

  • Penentuan parameter: pertama, pengiklan menentukan parameter untuk targeting, seperti topik dan keyword. Misalnya, jika menjalankan campaign otomotif, pengiklan memilih keyword terkait mobil dan model spesifik atau frasa terkait seperti efisiensi bahan bakar.
  • Analisis konten web: setelah parameter ditetapkan, Google atau platform serupa akan menganalisis halaman untuk mencocokkan iklan dengan konten yang paling relevan. Analisis ini mempertimbangkan teks, bahasa, struktur halaman, dan struktur link halaman, dengan mempertimbangkan keyword.
  • Penempatan iklan: berdasarkan analisis, pengiklan menemukan tempat yang cocok untuk menampilkan iklan. Penempatan ini bergantung pada kesesuaian keyword dan topik yang dipilih dengan tema website atau konsep.

Contoh Contextual Advertising

Berikut beberapa contoh dari penerapan contextual advertising:

  • Traveloka: platform pemesanan travel ini sering menggunakan contextual advertising pada blog atau artikel yang membahas tentang tips perjalanan atau destinasi wisata. Misalnya, jika ada artikel tentang liburan di Bali, Traveloka akan menampilkan iklan untuk paket liburan atau tiket pesawat ke Bali.
  • Tokopedia: marketplace ini menggunakan contextual advertising di berbagai platform media untuk menampilkan produk yang sesuai dengan konten yang sedang dibaca oleh user. Contohnya, jika user membaca artikel tentang perawatan rambut, Tokopedia menampilkan iklan tentang produk perawatan rambut yang dijual di platform mereka.
  • Blibli: sama seperti Tokopedia, Blibli juga menggunakan contextual advertising untuk menargetkan user berdasarkan konten yang diakses. Misalnya, pada blog yang membahas gadget terbaru, Blibli menampilkan iklan untuk gadget tersebut yang tersedia di situs mereka.
  • Bukalapak: platform e-commerce ini mengimplementasikan iklan kontekstual pada situs berita atau forum yang membahas tentang elektronik atau hobi, menampilkan produk terkait yang bisa dibeli di Bukalapak.
  • Gojek: perusahaan layanan ojek online ini sering menggunakan iklan kontekstual di aplikasi atau website yang berkaitan dengan makanan atau transportasi, seperti saat user membaca tentang restoran baru atau mencari cara untuk pergi ke suatu tempat.

FAQ (Frequently Asked Question)

Apa saja kekurangan contextual advertising?

Kekurangan dari contextual advertising dapat dipandang dari beberapa perspektif berikut:

  • Biaya yang relatif mahal: dalam contextual advertising, biaya dapat meningkat secara signifikan, terutama jika keyword yang ditargetkan sangat kompetitif.
  • Pengaruh biaya pada posisi iklan: jika kompetitor membayar lebih untuk keyword yang sama, iklan mereka akan muncul lebih tinggi daripada iklan dari perusahaan yang membayar lebih sedikit.
  • Membutuhkan digital marketer expert: penggunaan contextual advertising yang efektif memerlukan pengetahuan dan keahlian khusus. Tanpa bantuan dari digital marketer berpengalaman, perusahaan sulit mengatur dan mengoptimalkan iklan untuk mencapai target audiens.
  • Penghentian iklan yang mendadak: jika anggaran iklan habis, iklan akan berhenti tampil secara instan, berbeda dengan SEO yang masih dapat menghasilkan traffic meskipun optimasi telah dihentikan.
  • Batasan konten iklan: beberapa kategori memiliki batasan iklan yang ketat, seperti produk kesehatan dan obat-obatan yang membutuhkan persetujuan khusus.

Kata kunci lainnya

Mulai karirmu dalam

Digital Marketing

Belajar di RevoU! Dapatkan skill digital paling in-demand langsung dari praktisi terbaik di bidangnya. Kelas online 100% LIVE, 1:1 career coaching, dan akses ke Community Hub dengan 6000+ member selamanya untuk support perkembangan karir kamu!
ikut kursus gratis
Menu