Sertifikasi Product Management 101

Dapatkan informasi terlengkap tentang sertifikasi product management & macam-macam sertifikasi yang bisa kamu ikuti, di sini!

Apa itu Sertifikasi Product Management?

Sertifikasi product management adalah konfirmasi resmi bahwa individu memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola pengembangan produk mulai dari ideation, research, development, sampai product release.
Peran product manager memang sangat krusial. Penanganan seluruh siklus hidup produk berada di tangannya. Bahkan ada julukan “mini-CEO” untuk PM saking besar perannya dari hulu ke hilir pembuatan produk.
Karenanya butuh kompetensi tinggi dalam product management. Banyak PM dan calon PM yang kemudian ikut sertifikasi bukan sekadar untuk pengakuan, tapi juga mempertajam skill.
Apalagi beberapa program sertifikasi mensyaratkan ikut course sebelum mengeluarkan sertifikat product management

Ingin ikut program yang lebih dari sertifikasi?

Di RevoU, kamu dapat lebih dari sertifikat! Kamu akan dibimbing untuk jadi talent yang siap kerja. Mulai dari belajar teori, penerapan, career coaching, sampai akses ke Community Hub dengan 6000+ member yang selalu update informasi job openings, industry news, dan upskilling events!
DAFTAR sekarangCOBA DULU GRATIS

Manfaat Sertifikat Product Management

Iklim bisnis senantiasa berubah-ubah terutama karena adanya disrupsi teknologi. Banyak bisnis beralih ke platform digital dan mulai mengadopsi pemakaian berbagai tools software.
Cara-cara menciptakan dan menempatkan produk pun mengalami perubahan. Product manager mengikuti arah perubahan itu dengan upgrade skill yang sesuai dengan kebutuhan terkini di industri. 
Sertifikasi product management bisa memastikan kualitasnya dalam mengelola produk juga sesuai zaman. Berikut beberapa manfaat sertifikasi product management:

Menambah pengetahuan praktis yang sesuai zaman 

Program sertifikasi yang menyediakan course punya kurikulum tersendiri. Isi silabusnya akan lebih mengedepankan project-based learning karena peserta memang dipersiapkan untuk siap kerja.
Biasanya, peserta akan mengikuti simulasi mengelola seluruh siklus hidup produk, mulai dari identifikasi masalah yang layak jadi prioritas, merancang go-to-market strategy, positioning dan pricing, peluncuran produk, sampai manajemen perilisan.
Banyak metode dan tools berbeda yang dipakai selama proses perumusan produk. Karena itu, pastikan sertifikasi product management incaranmu punya kurikulum yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

Meningkatkan kepercayaan dan kredibilitas

Ikuti setiap tahapan sertifikasi + course sampai tuntas. Manfaatkan kesempatan tidak hanya untuk mengasah ilmu tapi juga perluas networking. Mulai jalin relasi dengan praktisi yang menjadi mentormu.
Bangun kredibilitas dari sana. Begitu lulus, kamu punya tambahan skill, keterampilan teknis, sekaligus koneksi di dunia kerja. 

Potensi kenaikan gaji

Ketika tawar menawar gaji, tiap kandidat menawarkan segala USP-nya. Sertifikat product management bisa menjadi peluangmu mendapat poin plus di mata recruiter.
Kamu yang lulus sertifikasi berarti telah menambah keahlian. Kamu punya modal untuk meyakinkan pemberi kerja bahwa dirimu merupakan investasi SDM yang layak.  

Jadi, apakah sertifikat dapat membantu untuk mendapatkan pekerjaan?

Kata professional career coach tentang manfaat punya sertifikat:
Professional Career Coach at RevoU

Punya sertifikat tentunya akan lebih efektif dibandingkan dengan kandidat lainnya yah. Kalian bisa lebih dilirik karena punya sertifikat yang tidak mudah untuk didapatkan (dimana butuh konsistensi dan komitmen yang cukup tinggi). Mungkin dari skala 1-5, efektivitasnya ada di angka 4 hingga 4,5. Tinggal didukung dengan kinerja dan hasil portofolio kalian saja. Dengan adanya sertifikat dan skills yang udah dipelajari, harapannya bisa memberikan kepercayaan bagi para rekruter, terutama dari hasil portfolio kalian. Dari situlah kalian bisa prove kalau kalian benar-benar memiliki skills tersebut.

Professional Career Coach at RevoU

Dalam proses pencarian kerja yang dihadapi oleh pencari kerja, terdapat beberapa faktor yang dapat menentukan tingkat kesuksesan individu dalam mendapatkan karier yang diimpikan. Dari beberapa yang sudah lalu-lalang dibahas di media daring, memiliki sertifikat dapat menjadi salah satu kunci yang mengakselerasi proses tersebut. Lewat sertifikat, terlepas berapa bobot yang diberikan dari masing-masing rekruiter, memiliki point plus yang lebih banyak dari kandidat pesaing merupakan celah kesempatan yang harus dieksplorasi.

Beberapa Sertifikasi Product Management yang Bisa Kamu Ikuti

Ada beberapa sertifikasi product management yang bisa kamu ikuti. Beberapa di antaranya menggunakan format belajar self-paced (mandiri). Materi belajar berbentuk video rekaman yang bisa ditonton ulang kapanpun. Jika kamu ingin belajar langsung dari praktisi, pilihlah program sertifikasi yang formatnya 100% Live Class. Berikut beberapa pilihan program sertifikasi product management yang bisa kamu ikuti:

Bagaimana Cara Mendapatkan Sertifikasi Product Management?

Setiap program sertifikasi punya syarat minimum yang harus dicapai peserta untuk berhasil lulus. Biasanya tahapan-tahapan berikut yang harus dilewati sebelum peserta mendapat sertifikat product management:
1

Pastikan tujuan atau goal karirmu

Pertama, pastikan tujuan karirmu ke depannya.
Dari situ, cari tahu keterampilan apa yang paling penting untuk kamu kuasai, serta career path seperti apa yang ingin kamu kejar.
Dengan begitu, kamu akan lebih mudah menentukan program sertifikasi mana yang bisa memenuhi ekspektasimu. 
2

Pilih program sertifikasi product management yang cocok dengan kebutuhanmu

Butuh komitmen untuk berdisiplin dengan waktu demi menyelesaikan program sertifikasi hingga tuntas.
Apalagi, ada sertifikasi yang mensyaratkan peserta mengikuti kursus atau pelatihan selama berbulan-bulan.
Berbagai program sertifikasi menetapkan jadwal pelaksanaan yang beragam. Kamu pun perlu mengecek jadwal program pilihanmu, pastikan jadwalnya saat jam kerja ataupun di malam hari. Ada pula jadwal sertifikasi yang hanya mengambil waktu weekend.
Kalau terdapat program belajar, pertimbangkan hal-hal berikut:
  • Apa kata alumni program tersebut? 

Cari tahu dari perspektif alumni untuk mengetahui bagaimana reputasi program tersebut. 
Kamu bisa cek:
  • Review sites seperti Google Reviews, Switch Up, dan Course Report.

  • Alumni bootcamp melalui LinkedIn, dengan cara #1 buka page bootcamp tersebut, #2 klik tab “alumni”, dan #3 temukan list alumni dari bootcamp tersebut.

  • Bagaimana format kelas programnya?

Ada beberapa format kelas bootcamp tergantung pada masing-masing vendor.
  • Full Time vs Part Time - full time memerlukan komitmen waktu yang lebih besar dibanding part time. Kelas part time lebih fleksibel dan cocok untuk mereka yang punya kesibukan pada jam kerja.

  • Offline Tatap Muka vs Online - kelas tatap muka mewajibkan students untuk datang ke lokasi, sedangkan online hanya memerlukan internet dan students bisa ikut kelas dari mana saja.

  • LIVE vs Recording - pada kelas LIVE, students dapat berinteraksi secara real time dengan instruktur dan siswa lainnya, sedangkan recording berarti sesi kelas berbentuk rekaman.

Di RevoU, kelas dilakukan secara online dan 100% LIVE sehingga proses belajar berjalan dengan efektif, kondusif, dan lebih fleksibel. 
  • Siapa praktisi product management yang terlibat dalam program tersebut, terutama dalam pembuatan kurikulum?

Cari tahu siapa saja sosok di balik pembuatan kurikulum sertifikasi tersebut. Kamu bisa cek melalui Google dan LinkedIn untuk mengetahui rekam jejak mereka. 
Kurikulum yang dibuat oleh praktisi berpengalaman akan lebih komprehensif dan relevan dengan kebutuhan job market pada saat ini.
  • Bagaimana profil pengajar dalam program tersebut?

Kualitas instruktur memengaruhi cara mengajarnya. Cari tahu nama-nama instruktur di program tersebut dan cek melalui Google serta LinkedIn untuk mengetahui rekam jejak mereka di bidang product management.
RevoU memiliki 180+ instruktur yang tidak hanya berpengalaman di bidangnya, namun juga cinta mengajar! Cek profil instruktur RevoU di sini.
  • Fasilitas lain apa saja yang dapat menunjang proses belajarmu?

Kamu perlu juga mencari tahu tentang fasilitas lain yang disediakan. Apakah fasilitas tersebut bisa menunjang proses belajarmu?
Beberapa fasilitas lain contohnya seperti tools dan platform belajar, serta real budget untuk praktik perancangan serta pengelolaan product.  
  • Adakah sumber belajar yang mereka sediakan untuk publik? 

Dengan cek sumber belajar yang tersedia, kamu bisa melihat apakah program tersebut paham apa yang mereka ajarkan. Dari situ, kamu bisa menilai keilmuan mereka sebagai lembaga penyedia konten edukatif. 
Di RevoU, terdapat banyak konten edukatif di berbagai platform yang bisa kamu baca, seperti RevoUpedia, Journal (blog), serta media sosial seperti Instagram dan LinkedIn!
3

Daftar lalu selesaikan seluruh proses sertifikasi

Berikut beberapa tahapan yang biasanya akan kamu lewati saat mendaftar sertifikasi hingga dinyatakan lulus.
1. Lampirkan formulir pendaftaran
Jika sudah yakin dengan pilihanmu, saatnya mendaftar sebagai peserta. Langsung kunjungi website resmi penyelenggara dan submit formulir pendaftaran di sana.
2.  Lanjut ke bagian inti dalam sertifikasi
Di beberapa tempat, program sertifikasi product management individu untuk memonitor     kualitas lulusannya. Dengan menyediakan langsung pengajar dan materi di kurikulumnya, lembaga sertifikasi bisa menjaga standar talent-talent yang mereka bina. 
Sebelum belajar di kelas nanti, pastikan kamu mempelajari dengan detail apa saja bahan ajarnya. Dengan cara itu, belajarmu jadi lebih maksimal.
3. Mengerjakan project dan tes
Tanpa kedua hal ini, program sertifikasi akan kehilangan fungsi utamanya sebagai bentuk pengakuan kompetensi peserta. Sebelum berhak mendapat sertifikat product management, kamu akan diminta mengerjakan project dan tes atau studi kasus. 
Hal-hal itu akan sangat memperlihatkan caramu dalam menerapkan framework dan strategi product development, kemampuan berempati kepada user, sampai kemampuan bernegosiasi dengan semua stakeholder.

FAQ

Apakah sertifikasi atau bootcamp berpengaruh untuk mendapatkan pekerjaan?

Setiap program sertifikasi memiliki kualitas yang berlainan. Jika suatu program sertifikasi mensyaratkan ikut kelas/bootcamp, kamu bisa mengecek langsung lewat kelengkapan kurikulumnya. Cek, apakah isi silabusnya sesuai dengan kebutuhan di industri?

Dari situ, kamu bisa menilai apakah program tersebut akan membantu kemajuan karirmu. Pastikan, apakah perancang kurikulumnya langsung dari praktisi? Apakah akan ada semacam tes atau project yang akan menguji pemahamanmu terhadap topik-topik di kurikulum?

Perjelas hal-hal penting itu sebelum kamu memutuskan ikut sertifikasi. Tanyakan langsung ke bagian customer support jika ada satu hal saja yang membuatmu ragu.

Dengan memperjelas kualitas kurikulum dan pengajar, kamu bisa menakar value sertifikat yang dikeluarkan penyelenggara untukmu. 

Baca cerita alumni RevoU yang sudah merasakan hasil nyata dari ikut sertifikasi:

Bagaimana cara agar lulusan baru diterima kerja di bidang yang tidak sesuai dengan jurusan saat kuliah?

Sudah banyak sekali lowongan kerja yang diisi talent-talent tanpa gelar jurusan kuliah yang relevan. Bukan rahasia lagi kalau perusahaan lebih mengutamakan skill dan pengalaman dalam merekrut karyawan. 

Dengan ikut program sertifikasi atau bootcamp, kamu akan langsung belajar pengetahuan praktis yang memang masuk kualifikasi pekerjaan seorang product manager.

Lantas, apakah terlambat kalau baru belajar product management selepas lulus kuliah? Bedanya dengan pendidikan formal, program belajar di bootcamp lebih singkat namun intensif. Sepanjang program, peserta akan melewati siklus belajar yang terstruktur: belajar teori -> praktik lewat portfolio projects -> presentasi.

Di akhir program, kamu akan mendapat sertifikat yang bisa memverifikasi keterampilan dan kompetensimu.  

Ingin yang lebih dari sekedar sertifikasi?

Kembangkan diri dan raih karir impianmu bersama RevoU, partner di sepanjang perjalanan karir mu!