Cara Menjadi Web Developer untuk Pemula (Step-by-Step)

Ketahui cara menjadi web developer, keuntungan, sekaligus contoh pertanyaan interview yang bisa dipelajari.
Hasna Latifatunnisa
January 20, 2023
6
min read

Mau Belajar

Software Engineering

?

Belajar di RevoU! Dapatkan skill digital paling in-demand langsung dari praktisi terbaik di bidangnya. Kelas online 100% LIVE, 1:1 career coaching, dan akses ke Community Hub dengan 6000+ member selamanya untuk support perkembangan karir kamu!
DAFTAR FULL PROGRAMCOBA DULU GRATIS

Overview

Cara menjadi web developer dimulai dari mempelajari dasar-dasar web development, menentukan spesialisasi, cara belajar, dan membangun portofolio.

Web developer berperan penting dalam menopang kebutuhan perusahaan digital.

Bagaimana tidak, web developer bekerja di balik layar untuk memastikan website berjalan lancar dan pengguna bisa nyaman mengaksesnya. Web yang menjalankan fungsinya dengan baik berpengaruh terhadap peningkatan pendapatan suatu bisnis. 

Semakin banyak perusahaan yang mengandalkan website sebagai salah satu strategi marketing membuat keinginan tenaga kerja untuk berkarir sebagai web developer juga meningkat. Apakah kamu termasuk salah satunya?

Artikel ini akan memandu cara menjadi web developer step-by-step. Yuk, simak!

Apa Saja Keuntungan Menjadi Web Developer?

Berkarir sebagai web developer memiliki banyak keuntungan, antara lain:

Bisa bekerja dari berbagai tempat

Dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi, web developer memiliki keuntungan bisa bekerja dari kantor maupun rumah. Saat ini juga sudah banyak perusahaan yang mulai menerapkan sistem kerja remote, sehingga karyawan bisa bekerja dari mana pun tanpa harus ke kantor.

Banyak pilihan spesialisasi

Tugas web developer umumnya dibagi menjadi tiga spesialisasi, yaitu back-end developer, front-end developer, dan full-stack developer. Masing-masing jenis memiliki tanggung jawab berbeda.

Back-end developer juga dibagi lagi menjadi dua jenis, yaitu berfokus pada aplikasi dan berfokus pada website.

Beragam pilihan spesialisasi ini memungkinkan kamu dapat memilih role mana yang benar-benar ingin kamu kuasai.

Pilihan menjadi freelancer

Perusahaan-perusahaan di dalam dan luar negeri sering kali membuka lowongan kerja untuk freelance web developer. Ini merupakan kesempatan bagus bagi kamu yang memilih untuk tidak terikat dengan perusahaan atau pekerjaan tertentu saja.

Kamu dapat menjalani profesi sebagai pekerja lepas dan menambah potensi penghasilanmu.

Kesempatan menjadi freelance web developer juga memungkinkan kamu memiliki lebih banyak project yang bisa dimasukkan ke portofolio. Dengan banyak portofolio, kamu berkesempatan mendapatkan posisi strategis di perusahaan ketika sewaktu-waktu berniat melamar posisi full-time.

Mengasah kreativitas

Web developer adalah salah satu pekerjaan yang bisa mengekspresikan kreativitasmu. Tanggung jawab pekerjaan ini berkaitan erat dengan merancang berbagai aspek di website, seperti menentukan layout, font, warna, dan banyak lainnya. Tentunya ini memerlukan kreativitas tinggi yang harus sering diasah.

Waktu pendidikan relatif singkat

Di Indonesia, belum ada jurusan kuliah formal yang khusus mengajarkan web development. Jika ingin memperdalam pengetahuan di bidang ini, kamu bisa melakukannya dengan mengikuti bootcamp atau sertifikasi.

Waktu yang diperlukan untuk mengikuti bootcamp tentu relatif lebih singkat dibandingkan pendidikan formal di universitas. Dengan demikian, kamu tidak perlu menunggu terlalu lama untuk mendapatkan karir impian.

Web Developer Kuliah Jurusan Apa? 

Berdasarkan Brainstation, dasar-dasar web development memang diajarkan dalam Jurusan Ilmu Komputer. Namun, tidak ada gelar khusus untuk menyebut “sarjana web developer”.

Web development adalah bidang yang sangat teknis. Apa pun gelar sarjananya, kamu diharuskan untuk memahami coding dengan baik. Kamu juga harus memiliki skill dalam mengoperasikan bahasa pemrograman yang relevan dengan pengembangan web.

Hal yang terpenting adalah web developer harus berkomitmen untuk terus belajar agar tetap mengikuti perubahan dan pembaruan bahasa, tools, serta tren.

Cara Menjadi Web Developer, Mulai dari Mana?

Cara menjadi web developer
Cara menjadi web developer

Dirangkum dari Brainstation dan Careerfoundry, berikut langkah-langkah untuk menjadi web developer:

#1 Pelajari dasar-dasar web development

Cara menjadi web developer yang pertama adalah mulai mempelajari dasar-dasar pengembangan web. Web developer harus mahir dalam menulis coding dan mengetahui cara menggunakan beberapa bahasa yang berbeda untuk membuat web. 

Beberapa bahasa yang menjadi dasar dan digunakan hampir di semua aspek pengembangan web meliputi: 

  • HTML (HyperText Markup Language)
  • CSS (Cascading Style Sheets)
  • JavaScript

{{COMPONENT_IDENTIFIER}}

#2 Pilih spesialisasi yang cocok

Web developer memiliki tiga spesialisasi. Kamu perlu menentukan jenis pekerjaan yang paling cocok denganmu. Nantinya, pilihan ini menentukan tugas-tugas yang akan kamu kerjakan di perusahaan. Adapun pilihan spesialisasi web developer meliputi:

  • Front end developer –  berfokus pada layout, desain, dan cara pengguna berinteraksi dengan website. Front-end developer harus memiliki kepekaan untuk melihat website dari kacamata pengguna. 
  • Back-end developer – bekerja dari sisi server. Pekerjaan ini dapat mencakup pengelolaan database, network, dan hosting.
  • Full-stack developer – bekerja pada kedua sisi, back-end maupun front-end.

#3 Tentukan cara belajar

Untuk mempertajam pengetahuan dan skill di bidang web development, tentukan cara belajar yang tepat. Apakah kamu ingin belajar otodidak atau mengikuti kursus?

Keuntungan belajar otodidak adalah bisa menyesuaikan sendiri kecepatan belajarmu. Namun, belajar otodidak sering kali memiliki keterbatasan, seperti bingung memulai dari mana, apa saja materi yang perlu dipelajari, dan tidak ada tutor untuk bertanya.

Sementara dengan mengikuti kursus, kamu mendapatkan materi belajar yang lebih terstruktur. Kursus juga memfasilitasi pesertanya dengan berbagai jenis project sehingga ilmu yang didapat bisa dipraktekkan langsung.

Jika kamu memutuskan untuk mengikuti kursus, pertimbangkan hal-hal di bawah ini:

  • Kurikulum yang diberikan – apakah kursus mengajarkan front-end, back-end, atau full-stack?
  • Waktu — berapa lama kursus berlangsung? Dalam seminggu, berapa kali kelas berlangsung? Apakah kelas diajarkan pagi, siang, atau malam hari?
  • Format kelas – sistem pembelajarannya offline atau online? Apakah kelas berlangsung secara live atau recorded?
  • Profil instruktur – apakah instruktur yang mengajar benar-benar ahli di bidangnya?
  • Dukungan karir — apakah kursus menyediakan dukungan karir kepada pesertanya? Jika ya, apa saja dukungan karir yang diberikan?
  • Opsi pembayaran – apakah pembayaran kurus harus langsung lunas atau bisa dicicil?

#4 Mulai bangun portofolio

Portofolio merupakan dokumen yang bisa menunjukkan seberapa jauh skill kamu dalam mengembangkan web. Portofolio yang berhasil memukau recruiter memiliki kesempatan lebih besar untuk lolos ke tahap selanjutnya.

Berikut tips untuk membuat portofolio yang menarik:

  • Tunjukkan kamu bisa menguasai skill yang dibutuhkan perusahaan. Saat melamar pekerjaan, lakukan riset tentang perusahaan dan kualifikasi lowongan pekerjaan. Setelah itu, sempurnakan portofolio sesuai kebutuhan perusahaan dan hapus hal-hal yang tidak relevan.
  • Tunjukkan keunikanmu. Tekankan skill web developer yang membuat kamu menonjol dibandingkan kandidat lain. Bagian ini tidak melulu tentang skill teknis, tetapi juga bagaimana portofolio tersebut kamu sajikan dengan desain yang unik dan menarik.
  • Tunjukkan proses kerja. Selain melihat kualitas pekerjaan, recruiter juga ingin mengetahui bagaimana kamu memecahkan suatu masalah. Berikan penjelasan tentang proses berpikir kamu dan masalah yang berusaha diselesaikan dalam proyek. Ini juga menjadi peluang bagus untuk menunjukkan skill komunikasi lewat tulisan.

Contoh Pertanyaan Interview Web Developer

Untuk mempersiapkan diri lebih baik, ketahui beberapa contoh pertanyaan interview teknis sebagai web developer.

  • Saat kamu membuat halaman web, bagaimana alur kerja dan prosesnya?
  • Bahasa khusus apa yang sering kamu gunakan dan kuasai?
  • Tools pengembangan web apa yang sering dan mahir kamu gunakan?
  • Bagaimana kamu mengatur JavaScript code?
  • Selama siklus pengembangan, bagaimana caramu mengatur waktu? Cara seperti apa yang kamu gunakan untuk memperkirakan waktu yang diperlukan dalam tugas pengembangan web?
  • Ketika kamu membuat web applications, bagaimana kamu mempertimbangkan SEO, pemeliharaan, desain UX, kinerja, dan keamanan?
  • Bagaimana kamu memastikan website dapat diakses oleh pengguna?
  • Coba jelaskan urutan proses pembuatan halaman web dari awal.
  • Adakah contoh website yang menurutmu perlu diubah dan diperbaiki, baik dari sisi desain maupun fungsi?
  • Bagaimana kamu membantu stakeholder non-teknis memahami API?

Penutup

Cara menjadi web developer dimulai dari mempelajari dasar-dasar web development, menentukan spesialisasi, cara belajar, dan membangun portofolio.

Perlu diingat bahwa web development merupakan salah satu bidang yang terus berkembang. Sebagai web developer, kamu harus terus memiliki keinginan untuk belajar berbagai bahasa khusus, tools, dan tren. 

Hasna Latifatunnisa
Hasna has a high interest in content writing. She constantly strives to create informative and educational content. For her, writing is one of the eternal masterpieces.

Artikel Lainnya

Mau belajar

Software Engineering

?

Belajar di RevoU! Dapatkan skill digital paling in-demand langsung dari praktisi terbaik di bidangnya. Kelas online 100% LIVE, 1:1 career coaching, dan akses ke Community Hub dengan 6000+ member selamanya untuk support perkembangan karir kamu!
Menu

Mulai karirmu dalam

Software Engineering

Belajar di RevoU! Dapatkan skill digital paling in-demand langsung dari praktisi terbaik di bidangnya. Kelas online 100% LIVE, 1:1 career coaching, dan akses ke Community Hub dengan 6000+ member selamanya untuk support perkembangan karir kamu!