Google Display Network (GDN): Manfaat dan Tips Optimasi

Berikut manfaat dan tips optimasi Google Display Network. Yuk, simak!
Dzikriyana
May 24, 2023
8
min read

Mau Belajar

Digital Marketing

?

Belajar di RevoU! Dapatkan skill digital paling in-demand langsung dari praktisi terbaik di bidangnya. Kelas online 100% LIVE, 1:1 career coaching, dan akses ke Community Hub dengan 6000+ member selamanya untuk support perkembangan karir kamu!
DAFTAR FULL PROGRAMCOBA COURSE GRATIS

Overview

GDN adalah salah satu platform utama Google Ads, selain Search Network. Dalam iklan Google Ads, pengiklan dapat memilih untuk menampilkan iklan mereka di GDN sebagai bagian dari strategi pemasaran mereka.

Apa itu GDN (Google Display Network)?

Google Display Network (GDN) merupakan bagian opsi pemilihan iklan yang disediakan oleh Google yang nantinya dapat diiklankan ke banyak situs web, video, dan aplikasi seluler yang telah menempatkan kode iklan Google. Contohnya seperti pada website di bawah ini, bisa di cek apakah ini banner bawaan website atau GDN dengan melihat pada gambar bannernya apakah ada icon kecil di pojok kanan atas yang nantinya bisa muncul tulisan “Iklan oleh Google”.

GDN adalah salah satu platform utama Google Ads, selain Search Network. Dalam iklan Google Ads, pengiklan dapat memilih untuk menampilkan iklan mereka di GDN sebagai bagian dari strategi pemasaran mereka.

Pengiklan dapat membuat iklan dengan berbagai format seperti gambar, video, atau teks dan menempatkannya di situs web atau aplikasi yang sesuai dengan audience target mereka. GDN memungkinkan pengiklan untuk menjangkau audience yang lebih luas di berbagai platform dan media. GDN juga memungkinkan pengiklan untuk melakukan banyak A/B testing kinerja iklan mereka di berbagai media untuk melihat mana yang paling efektif.

Potensi GDN dalam mencapai audience yang lebih luas sangat besar, karena GDN dapat disebarkan ke jutaan situs web, video, dan aplikasi seluler sehingga dapat menjangkau pengguna internet sebanyak-banyaknya. 

Pengiklan dapat menargetkan audience berdasarkan kriteria seperti lokasi, minat, jenis perangkat, dan bahasa, sehingga memungkinkan pengiklan untuk mencapai audience yang spesifik dan relevan dengan produk atau layanan yang ditawarkan.

Jenis-jenis Iklan yang Dapat Ditampilkan di GDN

GDN menggunakan iklan responsif di mana iklan ini akan dirancang untuk menyesuaikan diri dengan ukuran dan bentuk kotak iklan yang tersedia di situs web atau aplikasi. Jenis-jenis iklannya bisa dalam berbagai bentuk, seperti:

  • Iklan Display: iklan gambar atau teks yang ditampilkan pada situs web yang tergabung dalam jaringan Google Display Network.
  • Iklan Video: iklan yang ditampilkan di platform video seperti YouTube atau situs web yang mendukung video.

Untuk placement yang biasanya dapat memunculkan GDN adalah:

  • Website Google Network: Iklan yang muncul pada website yang sudah partner dengan GDN.
  • Iklan Gmail: Iklan yang muncul di kotak masuk Gmail pengguna.
  • Iklan App: Iklan yang ditampilkan di aplikasi seluler yang terhubung dengan Google Ads.

Jenis Targeting di Google Display Network

Google Display Network (GDN) menyediakan berbagai jenis penargetan iklan yang memungkinkan pengiklan untuk menjangkau audience yang spesifik dan relevan dengan produk atau layanan yang mereka tawarkan.

Berikut adalah beberapa jenis penargetan iklan di GDN beserta deskripsi dan contohnya:

#1. Penargetan berdasarkan segment Audience: 

  1. Demografi: Penargetan iklan berdasarkan faktor demografi seperti usia, jenis kelamin, dan pendapatan. Misalnya, sebuah perusahaan yang menjual produk untuk ibu hamil dapat menargetkan iklan mereka hanya pada wanita yang berusia antara 20-35 tahun dan memiliki pendapatan di atas rata-rata.
  2. Affinity/Interest: Penargetan iklan berdasarkan minat dan perilaku pengguna internet. Google menggunakan data seperti riwayat pencarian, riwayat browsing, dan aktivitas di situs Google untuk menentukan minat pengguna internet dan menampilkan iklan yang relevan. Misalnya, pengiklan yang ingin menjangkau audience yang tertarik pada olahraga dapat menargetkan iklan mereka pada pengguna yang sering mencari atau membaca konten tentang olahraga juga.
  3. In-Market: Penargetan yang dikategorikan sebagai calon pembeli aktif atau orang yang sedang dalam proses mencari dan mempertimbangkan pembelian produk atau layanan tertentu. Google menganalisis perilaku online pengguna, seperti pencarian, interaksi dengan iklan, dan aktivitas situs web, untuk mengidentifikasi orang-orang yang menunjukkan minat yang kuat dalam membeli produk atau layanan tertentu.
  4. Remarketing: Penargetan iklan pada pengguna internet yang sudah mengunjungi situs web atau melakukan interaksi dengan bisnis tertentu sebelumnya. Misalnya, pengiklan yang ingin mengulang promosi produk mereka pada pengguna yang sudah pernah mengunjungi website mereka dapat menargetkan iklan mereka pada pengguna tersebut.

#2. Penargetan berdasarkan Keyword:

Penargetan iklan berdasarkan kata kunci yang terkait dengan produk atau layanan yang ditawarkan oleh pengiklan. Misalnya, pengiklan yang menjual produk kecantikan dapat menargetkan iklan mereka pada web yang berisi kata kunci seperti "makeup", "skincare", atau "beauty tips".

#3. Penargetan berdasarkan Topic: 

Penargetan yang memungkinkan untuk menampilkan iklan kepada pengguna yang tertarik dengan topik atau tema tertentu. Pengguna nantinya dapat memilih topik yang relevan dengan produk atau layanan, dan Google akan menampilkan iklan Anda di situs web yang berkaitan dengan topik tersebut.

#4. Penargetan manual ke placement tertentu: 

Penargetan yang emungkinkan secara spesifik menentukan situs web, halaman web, atau aplikasi yang ingin ditampilkan iklan di dalamnya. Dengan menggunakan penargetan ini, Anda memiliki kendali penuh atas tempat iklan Anda muncul.

Keuntungan Beriklan di Google Display Network

Beriklan di Google Display Network (GDN) memberikan banyak keuntungan bagi pemasar dan pebisnis dalam mempromosikan produk atau layanan mereka secara online. Berikut adalah beberapa keuntungan yang dapat didapatkan dari beriklan di GDN:

  1. Menjangkau audience yang lebih luas: GDN mencakup jaringan situs web yang sangat besar yang mencakup jutaan situs web dan aplikasi, sehingga pengiklan dapat menjangkau audience yang lebih luas daripada hanya dengan menggunakan iklan di mesin pencari.
  2. Menargetkan audience yang relevan: dengan berbagai opsi penargetan iklan yang tersedia di GDN, pengiklan dapat menargetkan iklan mereka pada audience yang paling relevan dengan produk atau layanan mereka. 
  3. Menampilkan iklan dengan berbagai format: GDN menyediakan berbagai format iklan seperti gambar, video, dan iklan teks, sehingga pengiklan dapat memilih format yang paling sesuai dengan kampanye iklan mereka.
  4. Menampilkan iklan pada waktu yang tepat: pengiklan dapat menentukan jadwal tampilan iklan mereka pada waktu yang tepat dan dalam rentang waktu yang diinginkan. Hal ini dapat membantu pengiklan menjangkau audience pada waktu yang paling tepat dan meningkatkan kesempatan konversi.
  5. Meningkatkan brand awareness: GDN dapat membantu meningkatkan brand awareness (kesadaran merek) dengan menampilkan iklan pada website yang relevan dengan produk atau layanan yang ditawarkan. Hal ini dapat membantu memperkenalkan merek kepada audience yang lebih luas dan meningkatkan kesadaran merek.
  6. Meningkatkan retensi pelanggan: GDN dapat membantu meningkatkan retensi pelanggan dengan menggunakan remarketing targeting untuk menampilkan iklan kepada pengguna yang sudah pernah berkunjung ke web sebelumnya.
  7. Mengoptimalkan biaya iklan: GDN menyediakan berbagai fitur optimasi iklan seperti penyesuaian bid dan penyesuaian penawaran, sehingga pengiklan dapat mengoptimalkan biaya iklan mereka dan meningkatkan ROI kampanye iklan.

Dengan berbagai keuntungan ini, GDN merupakan pilihan yang tepat untuk pengiklan yang ingin mempromosikan produk atau layanan mereka secara online dan meningkatkan efektivitas kampanye iklan mereka.

{{COMPONENT_IDENTIFIER}}

Cara Mudah Mengoptimalkan Google Display Network

Berikut ini adalah langkah termudah yang bisa kalian lakukan untuk memulai menggunakan GDN:

  1. Buka akun Google Ads kalian & Create campaign pada tampilan halaman Google Ads.
  2. Pilih objektif apa yang ingin kalian targetkan untuk menjalankan Display ads.
  3. Pilih conversion goals yang ingin kalian gunakan untuk mengoptimalkan kebutuhan pada iklan dan website kalian, kalian juga bisa melakukan remove goals bawaan default dari campaign Google.
  1. Selanjutnya pilih campaign type Display karena ini yang akan kita gunakan. Jangan lupa masukkan URL website yang akan kalian gunakan dan berikan nama campaign.
  1. Pilih negara yang ingin kalian tuju untuk beriklan dan juga pilih bahasa apa saja yang ingin ditargetkan sesuai audience yang ingin ditargetkan. Pada More Options, kalian bisa menggunakan setting-an default dari Google saja, yang perlu diperhatikan adalah tanggal karena mengikuti kebutuhan pengiklan.
  1. Pada Budget dan Bidding, sesuaikan kebutuhan kalian ingin menggunakan alokasi budget berapa. Untuk bidding, kalian juga bisa pilih apa yang kalian ingin maksimalkan. Sebagai contoh bisa gunakan conversions dengan bidding auto dari Google jika ingin banyak mengejar audience yang melakukan tindakan sesuai goal yang telah dibuat.
  1. Lalu pada targeting, sesuaikan pada kebutuhan kalian.
  1. Yang terakhir kalian dapat melakukan setup ads seperti gambar, headline & deskripsi. Kalian dapat memilih responsive display ads agar gambar yang nanti kalian upload dapat disesuaikan otomatis tanpa perlu menyiapkan banyak gambar.

Kalian dapat menyiapkan beberapa headline & deskripsi supaya nantinya dapat dikombinasikan agar meningkatkan kualitas iklan.

Tips-tips Mengoptimalkan GDN untuk Memaksimalkan Keuntungan Bisnis

Berikut adalah beberapa tips untuk mengoptimalkan Google Display Network untuk memaksimalkan keuntungan:

  1. Tentukan tujuan kampanye kalian terlebih dahulu, apakah itu meningkatkan awareness, mencari trafik atau menghasilkan penjualan. Hal ini akan membantumu menentukan strategi dan taktik yang tepat.
  2. Pilih target audiens yang sesuai dengan tujuan kampanyemu. GDN menawarkan berbagai macam opsi targeting, termasuk geografis, demografis, minat, dan perilaku. Kalian tidak perlu menggunakan semua opsi, cukup yang kalian butuhkan saja.
  3. Pastikan iklan semenarik mungkin. Pancing perhatian pengguna dengan judul dan CTA yang mengundang rasa penasaran, gambar yang memanjakan mata, dan pesan yang jelas dan singkat.
  4. Gunakan kata kunci yang tepat. Jika kalian mau untuk menggunakan targeting kata kunci, pastikan kata kunci yang digunakan relevan dengan tujuan iklan. Gunakan kata kunci yang spesifik untuk meningkatkan kemungkinan iklan muncul di halaman web yang tepat.
  5. Cobalah variasi iklan yang berbeda untuk melihat mana yang paling efektif. Kamu dapat mencoba berbagai judul, gambar, dan pesan untuk melihat apa yang paling menarik perhatian pengguna.
  6. Coba gunakan iklan responsif yang dapat menyesuaikan ukuran dan format iklan dengan ukuran layar dan perangkat pengguna. Ini akan membantu memastikan iklan terlihat dengan baik di semua perangkat.
  7. Exclude hasil penargetan yang tidak penting. Terkadang GDN mengarahkan iklan kalian ke aplikasi atau website yang dirasa kurang relevan. Jika kamu mendapati hal tersebut, maka kamu bisa lakukan pengecualian pada aplikasi atau website yang kalian inginkan supaya fokus pada tujuan yang ingin dicapai.
  8. Pantau dan analisis kinerja kampanye secara teratur untuk melihat apa yang berhasil dan tidak berhasil. Gunakan informasi ini untuk mengoptimalkan campaign iklanmu dan memaksimalkan keuntungan.

Kesalahan yang Harus Dihindari saat Memakai GDN

Berikut adalah beberapa kesalahan umum yang harus dihindari saat menggunakan Google Display Network Ads:

  1. Tidak menentukan tujuan kampanye yang jelas: tanpa tujuan kampanye yang jelas, mungkin merasa kebingungan dalam membuat strategi dan taktik untuk mencapai tujuanmu.
  2. Tidak memilih target audience yang tepat: target audience yang tidak tepat dapat mengakibatkan jangkauan yang salah dan malah pengeluaran budget yang tidak efektif dan tidak mendapatkan hasil yang diinginkan.
  3. Menggunakan kata kunci yang terlalu umum atau tidak relevan: hal ini dapat mengakibatkan iklan muncul di halaman web yang tidak sesuai dan tidak memberikan hasil yang diinginkan.
  4. Tidak memastikan lokasi kemunculan iklan aman dan sesuai dengan citra merek: pastikan iklanmu hanya muncul di web yang memiliki keamanan dan privasi pengguna yang baik serta tidak mempromosikan hal-hal ilegal.
  5. Tidak mengoptimalkan kampanye secara teratur dan tidak memonitor kinerja kampanye: iklan yang sudah berjalan tidak boleh ditinggal begitu saja, terus monitor kinerjanya sehingga kamu tahu apakah perlu perubahan strategi atau taktik. Jika tidak, kamu malah akan membuang budget iklanmu secara sia-sia. 

Perbedaan Google Display Network vs Search Network

Google Display Network (GDN) dan Google Search Network (GSN) adalah dua jenis iklan yang berbeda di Google Ads, yang memungkinkan advertiser untuk menjangkau audiens yang berbeda. Berikut adalah beberapa perbedaan keduanya:

  1. Jenis pencarian: GSN menampilkan iklan pada hasil pencarian Google, sedangkan GDN menampilkan iklan di situs web yang tergabung dalam jaringan display Google.
  2. Cara mencari: Di GSN, pengguna melakukan pencarian menggunakan kata kunci tertentu, sementara di GDN iklan ditampilkan pada situs web yang relevan dengan topik atau minat yang diinginkan.
  3. Tampilan iklan: Iklan di GSN ditampilkan dalam bentuk teks, sedangkan di GDN iklan dapat berupa gambar, video, atau iklan responsif.
  4. Targeting: Targeting pada GSN sebagian besar dan pada umumnya berdasarkan kata kunci, sementara di GDN targeting dapat dilakukan berdasarkan topik, minat, lokasi, perilaku, dan sebagainya.
  5. Kesadaran merek: GDN dapat membantu meningkatkan kesadaran merek melalui iklan visual yang menarik, sedangkan GSN lebih fokus pada konversi dan penjualan.
  6. Keterbatasan karakter: Iklan pada GSN dibatasi dengan jumlah karakter yang ditampilkan, sedangkan di GDN advertiser memiliki lebih banyak ruang untuk mengekspresikan merek dan produknya.

Karena perbedaan ini, advertiser dapat memilih antara GSN atau GDN tergantung pada tujuan kampanye mereka, jenis produk atau layanan yang mereka tawarkan, dan audiens yang ingin mereka capai. Namun, memadukan penggunaan keduanya dapat membantu advertiser mencapai hasil yang lebih baik dalam kampanye iklan mereka.

Ketika harus menggunakan Google Display Network (GDN) vs Google Search Network (GSN) tergantung pada tujuan kampanye Anda dan audiens yang ingin Anda jangkau. Berikut adalah beberapa situasi ketika Anda harus menggunakan GDN vs GSN:

Gunakan Google Search Network ketika:

  1. ingin menjangkau pengguna yang sedang mencari produk atau layanan bisnismu.
  2. ingin fokus pada konversi atau penjualan.
  3. ingin menggunakan strategi penargetan yang berbasis kata kunci.
  4. ingin menjangkau audiens yang sudah siap untuk membeli.
  5. ingin menjangkau pengguna yang ingin segera memenuhi kebutuhan mereka.

Gunakan Google Display Network ketika:

  1. ingin meningkatkan kesadaran merek.
  2. ingin menjangkau audiens yang belum memutuskan untuk membeli.
  3. ingin menjangkau audiens dengan minat atau perilaku tertentu.
  4. ingin menggunakan iklan visual atau multimedia seperti gambar, video, atau iklan responsif.
  5. ingin menjangkau audiens di berbagai situs web atau aplikasi.

Kamu dapat memanfaatkan kekuatan masing-masing jaringan untuk mencapai tujuan campaign iklanmu. Pilihan terbaik tergantung pada tujuan bisnis, target pasar, dan anggaran iklan masing-masing. Prioritaskan apa yang dibutuhkan atau lakukan beberapa A/B testing untuk penyesuaian kampanye di awal.

Dzikriyana
Just an ordinary person who likes to share digital marketing stuff

Masih ragu? Coba dulu 3 hari, GRATIS
di Full-Stack Trial Class!

Rasakan pengalaman belajar di RevoU Full-Stack Program: Kelas 100% LIVE, Mini portofolio lewat hands-on assignment, Bimbingan Team Lead & small group discussion. Kalau cocok, kamu bisa lanjut daftar Full Program dengan kesempatan Fast-Track (skip semua tes seleksi masuk, langsung ke tahap akhir!)

Masih ragu? Coba dulu 3 hari, GRATIS
di Full-Stack Trial Class!

Rasakan pengalaman belajar di RevoU Full-Stack Program: Kelas 100% LIVE, Mini portofolio lewat hands-on assignment, Bimbingan Team Lead & small group discussion. Kalau cocok, kamu bisa lanjut daftar Full Program dengan kesempatan Fast-Track (skip semua tes seleksi masuk, langsung ke tahap akhir!)

Masih ragu? Coba dulu 3 hari, GRATIS
di Full-Stack Trial Class!

Rasakan pengalaman belajar di RevoU Full-Stack Program: Kelas 100% LIVE, Mini portofolio lewat hands-on assignment, Bimbingan Team Lead & small group discussion. Kalau cocok, kamu bisa lanjut daftar Full Program dengan kesempatan Fast-Track (skip semua tes seleksi masuk, langsung ke tahap akhir!)

Artikel Lainnya

Mau belajar

Digital Marketing

?

Belajar di RevoU! Dapatkan skill digital paling in-demand langsung dari praktisi terbaik di bidangnya. Kelas online 100% LIVE, 1:1 career coaching, dan akses ke Community Hub dengan 6000+ member selamanya untuk support perkembangan karir kamu!
Menu

Mulai karirmu dalam

Digital Marketing

Belajar di RevoU! Dapatkan skill digital paling in-demand langsung dari praktisi terbaik di bidangnya. Kelas online 100% LIVE, 1:1 career coaching, dan akses ke Community Hub dengan 6000+ member selamanya untuk support perkembangan karir kamu!

Mau Belajar

Digital Marketing

?

Belajar di RevoU! Dapatkan skill digital paling in-demand langsung dari praktisi terbaik di bidangnya. Kelas online 100% LIVE, 1:1 career coaching, dan akses ke Community Hub dengan 6000+ member selamanya untuk support perkembangan karir kamu!

DAFTAR FULL PROGRAM

Mau Belajar

Digital Marketing

?