ROI

ROI adalah ukuran kinerja yang digunakan untuk menghitung efisiensi atau profitabilitas suatu investasi bisnis.

Digital Marketing

Mau Belajar

Digital Marketing

GRATIS?

Gabung di Mini Course RevoU untuk kursus GRATIS selama 5 hari dengan instruktur ahli dan dapatkan sertifikat digital!

IKUT KURSUS GRATIS

Mau Belajar

Digital Marketing

GRATIS?

Apa itu ROI?

Pengertian ROI
Pengertian ROI

Investopedia mendefinisikan Return on Investment atau ROI adalah ukuran kinerja yang digunakan untuk menghitung efisiensi atau profitabilitas suatu investasi bisnis.

ROI dinyatakan dalam angka persentase dari rasio laba bersih (atau kerugian) dibagi biaya/pengeluaran awal. Hingga saat ini, ROI menjadi metrik profitabilitas yang populer dan banyak digunakan untuk mengevaluasi seberapa baik kinerja investasi.

Dalam konteks sederhana, ROI digunakan untuk memberi tahu apakah perusahaan mengalami keuntungan atau kerugian dari suatu investasi proyek.

Faktor yang Memengaruhi ROI

Faktor yang memengaruhi ROI
Faktor yang memengaruhi ROI

Quanloop memberikan 3 faktor yang bisa menyebabkan ROI mengalami fluktuasi, antara lain:

#1 Faktor ekonomi

Faktor ekonomi yang bisa memengaruhi ROI sangatlah kompleks. Ini dikarenakan keberhasilan suatu ekonomi berkaitan dengan instrumen utang, ekuitas, dan berbagai bentuk investasi lainnya.

Tak hanya itu, keuntungan finansial, pendapatan penjualan, dan faktor kebijakan politik juga mampu menyebabkan fluktuasi pada ROI.

#2 Faktor biaya investasi

Faktor ini terdiri dari biaya investasi dan pajak. Biaya investasi menyebabkan ROI menurun karena kemampuannya untuk menambah portfolio growth. Sementara besaran biaya pajak yang ditetapkan negara juga menentukan fluktuasi ROI.

#3 Faktor kebijakan investor

Individu atau kelompok yang melakukan penanaman modal disebut investor. Perilaku investor nantinya menjadi kontributor utama fluktuasi ROI. Beberapa perilaku ini antara lain pemilihan saham, reaksi terhadap media hype, alokasi aset, dan salah melakukan perhitungan waktu.

Kelebihan dan Kekurangan ROI

Dikutip dari TechTarget, berikut kelebihan dan kekurangan ROI:

Kelebihan ROI

  • ROI lebih mudah dihitung – dikarenakan laporan keuangan atau neraca berbentuk angka, maka perhitungan menjadi lebih mudah dan akurat.
  • Dapat mengukur profitabilitas – perusahaan memerlukan ukuran profitabilitas berbentuk angka. Ini dapat menjelaskan laba bersih atas investasi yang sudah dilakukan di unit bisnis tertentu.
  • Bisa melakukan analisis komparatif – penggunaan yang luas dan kemudahan perhitungan menjadikan ROI berguna untuk perbandingan seberapa besar investment return antara perusahaan.

Kekurangan ROI

  • Perhitungan ROI antara satu bisnis dengan bisnis lain bisa berbeda – tidak semua bisnis dapat menghitung ROI dengan cara yang sama karena menjadikan perbandingan antara investasi menjadi tidak relevan.
  • Tidak bisa menjadikan waktu sebagai patokan – perusahaan tidak bisa menyamakan waktu antara investasi pertama, kedua, dan setelahnya. 
  • Tidak bisa menghitung manfaat non-finansial – suatu bisnis dapat menggunakan ROI untuk menghitung laba bersih. Namun, ROI tidak bisa digunakan untuk menghitung nilai kinerja karyawan atau hal-hal non-finansial lainnya. 

Penutup

Metrik ROI tergolong mudah dipahami dan dihitung guna menentukan efisiensi dari suatu investasi. Adanya ROI juga memungkinkan perusahaan membandingkan secara apple-to-apple berbagai pilihan opsi investasi.

Ada beberapa faktor yang memengaruhi fluktuasi ROI, antara lain faktor ekonomi, biaya investasi, dan kebijakan investor.

Meski mudah digunakan, ROI tidak bisa menjadi satu-satunya metrik untuk membuat keputusan bisnis karena ROI tidak dapat melihat risiko dan faktor waktu.

FAQ (Frequently Asked Question)

Apa manfaat yang didapatkan perusahaan jika menggunakan perhitungan ROI?

ROI berguna sebagai return ratio yang dinyatakan dalam bentuk persentase, sehingga perusahaan bisa menghitung apakah penggunaan aset total guna meningkatkan penjualan sudah dilakukan dengan efisien. Aset total ini sendiri mencakup keseluruhan aset lancar, termasuk kas, piutang selain aset tetap, dan inventory.

Sebagian analyst maupun investor juga menggunakan ROI karena metriknya yang sederhana dan serbaguna.

ROI berfungsi sebagai pengukur profitabilitas investasi dan sangat mudah dihitung sekaligus diinterpretasikan untuk berbagai jenis investasi. Apabila suatu investasi tidak memiliki ROI, tidak menutup kemungkinan para investor akan memilih peluang lain yang memiliki ROI lebih tinggi dan menghasilkan return terbaik.

Apa itu ROI dalam marketing?

Dilansir dari Marketing Evolution, ROI dalam marketing adalah suatu praktik yang menghubungkan pertumbuhan pendapatan dan laba dengan dampak dari strategi marketing. Mengukur laba atas investasi marketing membuat perusahaan bisa mengukur sejauh mana efektifitas upaya marketing yang sudah dijalankan.

Umumnya, ROI marketing digunakan untuk memastikan pengeluaran marketing dan alokasi budget campaign. Ini juga bisa berfungsi menyelaraskan strategi marketing yang sedang dan akan dijalankan di masa depan.

Menghitung ROI marketing memiliki sejumlah manfaat bagi perusahaan, antara lain:

  • Memastikan anggaran yang dikeluarkan untuk marketing sudah tepat.
  • Mendistribusikan budget marketing.
  • Mengukur keberhasilan campaign.
  • Melakukan analisis kompetitif dengan pelaku industri lainnya.

Bagaimana cara menghitung ROI?

Sebenarnya, ada beberapa metode untuk menghitung ROI. Namun, umumnya rumus ROI adalah pendapatan bersih dibagi dengan total biaya investasi, atau:

Pendapatan bersih : biaya investasi x 100

Apabila hasil yang didapatkan positif, maka perusahaan berhasil memperoleh profit. Sebaliknya, jika hasilnya negatif, perusahaan tidak berhasil mendapatkan profit atas investasi.

Sementara itu, ada juga rumus ROI yang bisa diterapkan dalam strategi digital marketing, yaitu:

Rumus ROI marketing
Rumus ROI marketing

Apa contoh ROI marketing?

E-mail marketing adalah salah satu marketing tool yang efektif digunakan untuk campaign. Contoh ROI marketing berikut akan mengilustrasikan bagaimana perusahaan bisa mengukur ROI e-mail marketing.

Ada sebuah bisnis pakaian, sepatu, dan aksesoris bernama Blossom. Perusahaan ini mengirimkan e-newsletter setiap minggu kepada customer dan calon customer yang sudah mendaftar di website mereka. 

Lalu perusahaan Blossom mendapat tawaran kerja sama dari bisnis yang bergerak di bidang pakaian anak bernama DayChild. Perusahaan DayChild akan membayar sebesar Rp2 juta agar perusahaan Blossom memasang iklan di e-mail marketing yang didalamnya terdapat direct link ke katalog DayChild.

Dengan menggunakan tracking URL, perusahaan DayChild mendapatkan data bahwa hasil pemasangan iklan tersebut mendatangkan 80 pengunjung ke halaman katalog mereka.

Dari total pengunjung itu, sebanyak 40 orang memasukkan produk DayChild ke keranjang dan sebanyak 12 orang melakukan pembelian. Perusahaan ini memiliki harga penjualan rata-rata Rp.200.000,-.

Setelah menghitungnya menggunakan rumus ROI dan melihat bahwa strategi tersebut efektif digunakan, DayChild berencana untuk terus memasang iklan di e-newsletter milik Blossom dan bahkan di perusahaan lain yang relevan dengan bisnisnya.

Dengan demikian, cara menghitung ROI perusahaan adalah sebagai berikut:

[(((40 X 0.3 X 200000) - 2000000) : 2000000) X 100 = 20%

Kata kunci lainnya

Mulai karirmu dalam

Digital Marketing

Gabung di Mini Course RevoU untuk kursus GRATIS selama 5 hari dengan instruktur ahli dan dapatkan sertifikat digital!
ikut kursus gratis
Menu