Subdomain

Subdomain adalah bagian dari struktur URL yang terletak sebelum nama domain.

Digital Marketing

Mau Belajar

Digital Marketing

GRATIS?

Belajar di RevoU! Dapatkan skill digital paling in-demand langsung dari praktisi terbaik di bidangnya. Kelas online 100% LIVE, 1:1 career coaching, dan akses ke Community Hub dengan 6000+ member selamanya untuk support perkembangan karir kamu!

IKUT KURSUS GRATIS

Mau Belajar

Digital Marketing

GRATIS?

Apa itu Subdomain?

Pengertian subdomain
Pengertian subdomain

Subdomain adalah bagian dari struktur URL yang terletak sebelum nama domain.

Subdomain umumnya digunakan untuk memisahkan bagian tertentu dari website yang memerlukan hierarki konten sendiri, seperti membedakan antara katalog, blog, karir, atau halaman bantuan.

Contoh subdomain
Contoh subdomain

Saat menggunakan subdomain, pemilik bisnis bisa mengembangkan bagian tertentu dari website tanpa mengacaukan keseluruhan website karena bagian itu terpisah dari domain utamanya.

Fungsi Subdomain

Subdomain biasanya digunakan untuk memisahkan website menjadi beberapa bagian sesuai kategori. 

Sharp Tack Media menjelaskan fungsi subdomain bagi bisnis, antara lain:

Menjaga konsistensi brand 

Menjaga konsistensi brand di seluruh platform sangatlah penting agar merek tidak kehilangan identitas dan mudah dikenali audiens. Subdomain memungkinkan bisnis menjaga agar semua informasi merek tetap selaras sekaligus memastikan website saling terhubung satu sama lain.

Susunan website lebih terstruktur

Agar audiens mudah mendapatkan informasi yang dicari di website, bisnis perlu menjaga konten yang ada di dalamnya supaya tetap teratur. 

Jika bisnis memiliki website yang kompleks dengan banyak halaman informasi, subdomain berperan untuk menempatkan topik tertentu sesuai pencarian audiens, sehingga muncul sebagai bagian terpisah di halaman utama.

Hal ini juga memudahkan pengunjung menavigasi ke bagian tertentu tanpa harus melalui terlalu banyak scroll dan klik.

Memudahkan search engine melakukan crawling

Subdomain pada dasarnya adalah website yang lebih kecil dan memisahkan diri dari domain utama. Artinya, search engine juga melakukan crawling secara terpisah di subdomain seperti situs lainnya. 

Subdomain akan muncul di bagian atas saat orang mencari nama bisnis atau mencari keywords yang lebih spesifik.

Menargetkan website berdasarkan wilayah geografis

Bagi bisnis yang telah meluas ke pasar internasional, produk/layanan yang ditawarkan di setiap negara biasanya akan berbeda. Mereka perlu membagikan informasi secara khusus sesuai lokasi audiensnya.

Subdomain memungkinkan bisnis melakukan ini dengan membuat subdomain di masing-masing wilayah yang hanya tersedia untuk orang-orang di negara tersebut.

Perbedaan Domain dan Subdomain

Domain dan subdomain merupakan bagian yang berbeda dari struktur URL.

Subdomain adalah sekumpulan halaman web yang lebih kecil dan masih berada di satu akar domain yang sama. Sementara domain adalah bagian yang lebih besar atau akar dari semua subdomain di halaman web.

Subdomain pada dasarnya merupakan perpanjangan dari domain

Domain berisi nama unik dari alamat website untuk memudahkan audiens mengingat dan mengidentifikasi pemilik website. Di sisi lain, subdomain menjadi bagian lain dari struktur URL yang diletakkan sebelum domain.

Setiap website pasti memiliki domain. Namun, tidak semua website memiliki subdomain. Dikarenakan tujuan utamanya adalah untuk mengatur kategori situs yang sifatnya opsional, website tetap bisa berjalan tanpa menggunakan subdomain.

Contoh subdomain

Contoh domain

Perbedaan Subdomain dan Subdirektori

Meski tampak mirip, subdomain dan subdirektori merupakan dua hal berbeda.

Subdirektori adalah bagian dari hierarki website di bawah domain root. Sama seperti subdomain, subdirektori juga membantu mengatur konten di website.

Bedanya, subdirektori masih berada di dalam domain root dan menggunakan folder untuk memisahkan konten. Sementara subdomain diletakkan terpisah dan biasanya menggunakan content management system (CMS) atau interface yang berbeda.

Jika subdomain terletak sebelum nama domain, subdirektori muncul setelah nama domain.

Contoh subdomain

Contoh subdirektori

Perhatikan letak kata “help” di kedua URL di atas. Bagian “help” di website Instagram terletak sebelum nama domain. Artinya, Instagram membuat subdomain untuk memisahkan konten yang berkaitan dengan bantuan.

Di sisi lain, website Mailchimp menempatkan halaman bantuan sebagai subdirektori, sehingga kata “help” berada setelah nama domain.

FAQ (Frequently Asked Question)

Subdomain vs subdirektori, mana yang lebih baik untuk SEO?

Bagi Google, subdomain merupakan situs web yang benar-benar terpisah dari domain. Oleh sebab itu, search engine akan merayapi (crawling) dan mengindeksnya satu per satu. Otoritas apa pun yang diperoleh dari backlink akan berjalan sendiri-sendiri, tidak bisa dibagi antara domain dan subdomain

Di sisi lain, subdirektori adalah file yang ada di bawah domain utama. Google melihat subdirektori sebagai bagian dari situs. Dengan begitu, otoritas dari domain bisa langsung diteruskan ke subdirektori.

Dari segi SEO, pilihan mana yang terbaik antara subdomain dan subdirektori masih menjadi perdebatan. Namun, Ahrefs menyatakan bahwa Google menganggap kedua hal ini tidak untuk dibandingkan.

Perusahaan bisa menggunakan subdomain maupun subdirektori berdasarkan kepentingan dan kebutuhannya masing-masing.

Subdomain cocok diterapkan untuk:

  • Bisnis yang memiliki e-commerce besar dan kompleks yang menginginkan halaman informasi terpisah dari store.
  • Bisnis yang memiliki cabang bisnis di berbagai negara.
  • Bisnis yang menyediakan konten dengan lebih dari satu bahasa.

Sementara bagi bisnis yang sumber dayanya masih terbatas, mereka bisa menggunakan subdirektori karena umumnya lebih mudah dipelihara. Subdirektori berfungsi dengan baik jika perusahaan hanya perlu memisahkan topik konten yang berbeda dan tidak terlalu banyak kategorisasi.   

Masih ragu? Coba dulu 3 hari, GRATIS
di Full-Stack Trial Class!

Rasakan pengalaman belajar di RevoU Full-Stack Program:

Kelas 100% LIVE, Mini portofolio lewat hands-on assignment, Bimbingan Team Lead & small group discussion.

Kalau cocok, kamu bisa lanjut daftar Full Program dengan kesempatan Fast-Track (skip semua tes seleksi masuk, langsung ke tahap akhir!)

Masih ragu? Coba dulu 3 hari, GRATIS
di Full-Stack Trial Class!

Rasakan pengalaman belajar di RevoU Full-Stack Program:
Kelas 100% LIVE, Mini portofolio lewat hands-on assignment, Bimbingan Team Lead & small group discussion.

Kalau cocok, kamu bisa lanjut daftar Full Program dengan kesempatan Fast-Track (skip semua tes seleksi masuk, langsung ke tahap akhir!)

Masih ragu? Coba dulu 3 hari, GRATIS
di Full-Stack Trial Class!

Rasakan pengalaman belajar di RevoU Full-Stack Program:

Kelas 100% LIVE, Mini portofolio lewat hands-on assignment, Bimbingan Team Lead & small group discussion.

Kalau cocok, kamu bisa lanjut daftar Full Program dengan kesempatan Fast-Track (skip semua tes seleksi masuk, langsung ke tahap akhir!)

Kata kunci lainnya

Mulai karirmu dalam

Digital Marketing

Belajar di RevoU! Dapatkan skill digital paling in-demand langsung dari praktisi terbaik di bidangnya. Kelas online 100% LIVE, 1:1 career coaching, dan akses ke Community Hub dengan 6000+ member selamanya untuk support perkembangan karir kamu!
ikut kursus gratis
Menu