Contoh Portofolio Digital Marketing

Sebagai referensi untuk membuat portofolio digital marketing, kamu bisa melihat banyak contoh portofolio digital marketing dari alumni RevoU di artikel ini.
Amira Hayat
April 3, 2022
5
min read

Mau Belajar

Digital Marketing

GRATIS?

Gabung di Mini Course RevoU untuk kursus GRATIS selama 10 hari dengan instruktur ahli dan dapatkan sertifikat digital!
ikut kursus gratis

Overview

Apa itu Portofolio Digital Marketing?

Portofolio adalah sebuah dokumen kompilasi hasil karya untuk menunjukkan kemampuan, keterampilan, serta pencapaian seseorang. Biasanya, portofolio digunakan untuk mendaftar pekerjaan.

Di dalam portofolio, terdapat informasi serta contoh spesifik hasil pekerjaanmu. Portofolio ini bisa kamu bagikan ketika kamu mendaftar suatu pekerjaan atau sesudah wawancara kerja. Biasanya, format portofolio bisa dalam bentuk PDF atau link online. 

Untuk pekerjaan penulis, desainer, serta web developer, kita bisa dengan mudah menebak apa yang ada di dalam portofolio mereka. 

Namun, untuk pekerjaan digital marketing yang melibatkan teamwork, strategic thinking, serta planning, kira-kira apa yang perlu dan bisa dicantumkan di dalam portofolio digital marketing?

Di portofolio digital marketing, kita bisa menjelaskan tentang hal yang lebih tangible, seperti: channel digital yang digunakan, pekerjaan yang dilakukan, hasilnya, dan lain-lain, dalam bentuk gambar serta tulisan. 

Kita akan membahas hal ini lebih dalam di section “Syarat Portofolio Digital Marketing yang Baik.”

Mengapa Portofolio dibutuhkan?

Baik kamu sedang mencari pekerjaan digital marketing, ataupun sudah memiliki pekerjaan di bidang digital marketing, tidak ada salahnya untuk memiliki portofolio.

Dengan portofolio, kamu bisa mendemonstrasikan kompetensi yang kamu cantumkan di CV serta mendokumentasikan perkembangan skill dan kinerjamu. 

Di mata hiring manager, portofolio dapat membantu untuk mengetahui hasil pekerjaan serta bagaimana skill dan pengetahuan seorang calon karyawan. 

Tidak semua orang mempersiapkan portofolio, sehingga memiliki portofolio bisa menjadi nilai tambah dan pembeda.

Perbedaan Portofolio dan CV

Menyertakan portofolio bisa menjadi nilai tambah ketika kamu mendaftarkan diri terhadap suatu pekerjaan. Lalu, memang apa perbedaan portofolio dengan CV?

CV adalah sebuah dokumen profesional yang meringkas pengalaman profesional, pendidikan, serta keterampilanmu dalam hanya 1 halaman dan bersifat wajib.

Sedangkan portofolio adalah bukti hasil kerja yang pernah dilakukan dan dinilai relevan dengan kebutuhan perusahaan. Biasanya dalam bentuk visual, lebih dari 1 halaman, dan bersifat disarankan namun jarang diminta.

Syarat Portofolio yang Baik

Berikut adalah syarat-syarat portofolio yang baik untuk meyakinkan perusahaan tempat kamu melamar kerja:

#1 Menampilkan Deskripsi Diri

Di beberapa halaman pertama portofoliomu, kamu bisa menuliskan tentang deskripsi diri seperti timeline perjalanan pendidikan dan karir. Walaupun sudah ada di CV, kamu bisa menuliskannya lebih lengkap dan menarik di portofolio baik melalui kata-kata maupun visual.

Contoh Portofolio Digital Marketing

Sebagai contoh, ini adalah deskripsi diri dari portofolio alumni RevoU bernama Maulida. Beberapa hal yang bisa kamu aplikasikan di portofoliomu adalah:

  1. Lampirkan foto diri yang dapat menarik perhatian hiring manager
  2. Tunjukkan kepribadian dan kreatifitasmu
  3. Sebutkan minat yang kamu miliki
  4. Sebutkan pekerjaan yang pernah dilakukan dan pencapaianmu secara singkat
  5. Sebutkan pendidikan yang relevan dan dapat memberi nilai tambah

#2 Tunjukkan Skillmu.

Sebutkan skill apa saja yang kamu miliki dan relevan dengan pekerjaanmu. Kamu bisa menyertakan informasi tentang sertifikasi yang kamu miliki serta tools yang kamu kuasai untuk menunjang karirmu.

Apa yang kamu tulis disini harus dapat kamu pertanggungjawabkan. Jangan berbohong, karena nantinya kamu akan kesulitan ketika diverifikasi saat wawancara atau saat melakukan pekerjaan.

Contoh Portofolio Digital Marketing

Ini adalah bagian portofolio seorang alumni RevoU bernama Rego. Di bagian ini, Rego menampilkan keterampilan yang dimiliki misalkan Paid Advertising, lalu menyebutkan tools yang dipakai seperti Google Ads dan Ubersuggest, dilengkapi dengan link ke Google Ads Search Certification dan RevoU sebagai bukti sertifikasi kemampuannya.

#3 Tampilkan hasil kerja dari proyek atau pekerjaan kamu sebelumnya.

Di bagian ini, kamu bisa menampilkan contoh hasil kerja dan achievement kamu. 

Apabila hasil kerjamu dalam bentuk gambar atau bisa untuk discreenshot, sertakan visualisasinya di portofoliomu.

Apabila hasil kerjamu berbentuk video atau audio, kamu bisa menyertakan link dimana pembaca bisa mendengar atau menonton hasil kerjamu.

Kamu juga bisa melampirkan foto atau video saat kamu sedang bekerja, menjadi pembicara, atau menjadi mentor yang terkait dengan digital marketing.

Jangan hanya melampirkan foto, video, atau audio. Kamu harus mendeskripsikan pekerjaan mu secara tertulis, beserta strategi yang kamu jalankan.

Contoh Portofolio Digital Marketing

Berikut adalah bagian hasil kerja di portofolio Monalisa, alumni RevoU. Ia melampirkan hasil dari pekerjaannya sebagai social media marketer seperti visual yang dibuat untuk post Instagram story maupun feed; menyebutkan deskripsi pekerjaannya seperti: evaluasi, boosting post, dan membuat content brief; serta memberikan informasi tentang tools yang digunakan dalam menjalankan pekerjaan ini.

#4 Tuliskan achievement dari hasil kerjamu.

Di bagian ini, kamu bisa menuliskan pencapaian dari hasil kerja atau strategi yang pernah kamu jalankan. Hal ini akan membantu hiring manager untuk memahami bagaimana keberhasilan proyek yang kamu jalankan - dan bagaimana kamu berkontribusi terhadap pencapaian tersebut.

Agar mempermudah dalam mengukur kinerjamu, disarankan untuk menuliskan hasil pekerjaan yang number atau data driven.

Disarankan juga untuk tidak menuliskan informasi sensitif seperti: budget, CPA, CPL, CAC, dan penjualan dalam angka yang pasti (misalkan: 1000). Lebih baik dituliskan dalam bentuk persentase (%) untuk menunjukkan perkembangan.

Contoh Portofolio Digital Marketing

Sebagai contoh, ini adalah penggalan bagian hasil kerja dari Rezky, alumni RevoU. Disini Rezky menjelaskan tentang hasil dari kampanye yang dilaksanakan melalui Google Ads seperti “menurunkan 74% dari cost per conversion”, atau “meningkatkan CTR sebanyak 5,9 kali”. Dalam menuliskan hasil performa kerjanya; ia menuliskan metrik serta menggunakan persentase (contoh: 74%) atau perbandingan (contoh: sebanyak 5,9 kali)

#5 Akhiri dengan Call to Action (CTA).

Tutup portofoliomu dengan Call to Action. Arahkan hiring manager ke kontak personalmu seperti email, nomor handphone, serta LinkedIn agar mereka dapat mengontakmu secara langsung apabila ada ketertarikan.

Contoh Portofolio Digital Marketing

Susunlah portofoliomu dengan jelas, ringkas, dan ramah untuk dibaca. Pastikan untuk selalu menyimpan dan memperbaharui portofoliomu, sehingga yang dilampirkan adalah hasil terupdate dari pekerjaanmu.

Bagaimana Cara Membuat Portofolio?

Ada berbagai cara yang bisa kamu lakukan untuk menyusun portofolio.

Kamu bisa menyusun portofolio dalam 2 format ini, yaitu:

  • PDF

Keuntungan dari format ini adalah penyusunan yang mudah dan simple. Kamu bisa menyusunnya dengan menggunakan Canva maupun Google Slides. Setelah pembuatannya, kamu bisa menyimpannya dalam format PDF. Portofolio ini bisa didownload serta diakses secara offline. Namun, untuk menunjukkan hasil karya berupa video atau audio, kamu perlu menyertakan link untuk mengakses file tersebut. 

  • Portofolio Online

Kamu bisa menggunakan platform seperti Behance, Dribble, maupun Journoportofolio. Kelebihan dari format ini adalah kamu bisa menampilkan seluruh hasil pekerjaanmu tanpa terbatas ruang tulis, namun kelemahannya adalah kamu hanya bisa menampilkan hasil karya yang sesuai dengan feature di setiap platform. 

Kedua format ini bisa kamu lampirkan di LinkedIn agar bisa dilihat publik ketika mereka melihat profilmu.

Contoh Portofolio Digital Marketing

Jika kamu tertarik untuk membuat portofolio digital marketing, kamu bisa melihat contoh dari beberapa alumni RevoU di:

Portofolio memang bersifat tidak wajib dalam proses pendaftaran kerja, namun memberikan portofolio dapat menjadi nilai tambah untuk unggul di hadapan perusahaan.

Selain meyakinkan hiring manager, penyusunan portofolio juga dapat membantu kamu untuk melakukan refleksi diri terhadap pencapaian kerjamu sehingga ketika dihadapkan dengan pertanyaan serupa di wawancara kamu dapat menjawabnya dengan baik.

Di RevoU, kamu bisa bertemu dengan career coach yang akan membimbing segala persiapanmu untuk bekerja di bidang tech mulai dari:

  • membuat CV
  • merapikan profil LinkedIn
  • menyusun portofolio (seperti artikel ini)
  • melatih wawancara
  • … dan berbagai best practice lainnya.

Program career coaching ini dapat kamu temukan jika mengikuti program RevoU Full Stack Digital Marketing

Amira Hayat
Demir enjoys analytics & creativity. Graduated from Business School, she believes that content is a powerful way to (not only) educate & engage people but also get traffic & leads!

Artikel Lainnya

Menu

Mulai karirmu dalam

Digital Marketing

Gabung di Mini Course RevoU untuk kursus GRATIS selama 10 hari dengan instruktur ahli dan dapatkan sertifikat digital!
ikut kursus gratis