AMP

Accelerated Mobile Pages atau AMP adalah proyek open-source yang diinisiasi oleh Google bersama dengan Twitter, dirancang untuk meningkatkan performa halaman web pada perangkat mobile.

Software Engineering

Mau Belajar

Software Engineering

GRATIS?

Di RevoU, tidak hanya teori, penerapan, serta career coaching. Kamu juga mendapatkan akses ke Community Hub dengan 6000+ member. Di sini, kamu akan selalu terupdate informasi seputar job openings, industry news, dan upskilling events!

IKUT KURSUS GRATIS

Mau Belajar

Software Engineering

GRATIS?

Apa itu Google AMP?

pengertian AMP

Accelerated Mobile Pages atau AMP adalah proyek open-source yang diinisiasi oleh Google bersama dengan Twitter, dirancang untuk meningkatkan performa halaman web pada perangkat mobile.

Mengingat penggunaan internet melalui perangkat mobile terus meningkat, kecepatan loading page menjadi salah satu faktor krusial dalam mengoptimalkan user experience. Itulah sebabnya Google dan Twitter memprakarsai project bernama Accelerated Mobile Pages (AMP) untuk mengatasi masalah page loading speed (kecepatan pemuatan halaman) pada perangkat mobile.

AMP membantu membuat halaman web lebih ringan dan memiliki page speed yang cepat di perangkat mobile. Proses ini dicapai dengan menyederhanakan versi HTML dan komponen khusus. Beberapa fitur dari AMP meminimalkan penggunaan CSS, menunda loading image (hanya dimuat ketika gambar berada dalam tampilan user), serta pembatasan penggunaan JavaScript tertentu.

Menurut Google, halaman AMP yang disajikan dalam pencarian Google menggunakan sepuluh kali lebih sedikit data dibandingkan dengan halaman standar. Halaman ini umumnya dimuat dalam waktu kurang dari satu detik. Kecepatan tersebut tidak hanya akan meningkatkan user experience, tetapi juga meningkatkan ranking SEO.

Mengapa Menggunakan AMP?

Dilansir dari Tech Target dan Indeed, berikut beberapa alasan pentingnya penggunaan AMP:

  • Meningkatkan performa halaman: AMP dirancang untuk meningkatkan page loading speed pada perangkat mobile. Dengan menyederhanakan struktur HTML dan meminimalkan penggunaan CSS, halaman AMP cenderung loading lebih cepat dibandingkan halaman web tradisional.
  • Meningkatkan user experience: loading page yang cepat mengartikan audiens tidak perlu menunggu lama untuk mengakses konten yang mereka cari. Hal ini berpotensi meningkatkan kepuasan audiens dan mengurangi bounce rate.
  • Meminimalkan konsumsi data: halaman AMP menggunakan sepuluh kali lebih sedikit data dibandingkan dengan halaman standar, memungkinkan audiens mengakses konten dengan kuota internet lebih sedikit.
  • Meningkatkan ranking SEO: kecepatan loading page adalah salah satu faktor yang diperhitungkan dalam algoritma peringkat mesin pencari. Dengan halaman yang loading lebih cepat, kemungkinan besar halaman tersebut mendapatkan peringkat lebih baik dalam hasil pencarian.

Kelebihan AMP

AMP menawarkan berbagai kelebihan yang membuatnya menjadi pilihan menarik bagi banyak developer dan pemilik website. Berikut beberapa kelebihan utama dari AMP dirangkum dari Clutch:

  • Optimasi untuk mobile: AMP dirancang khusus untuk perangkat mobile, memastikan konten ditampilkan dengan sempurna di berbagai ukuran layar dan jenis perangkat.
  • Integrasi dengan Google: AMP terintegrasi dengan baik dengan Google yang berarti halaman AMP sering mendapatkan prioritas dalam hasil pencarian dan ditampilkan dalam fitur khusus.
  • Meningkatkan keterlibatan audiens: kecepatan loading yang cepat dan desain yang dioptimalkan membuat audiens cenderung berinteraksi dengan konten dan menghabiskan waktu lebih lama di situs.
  • Mengurangi bounce rate: kecepatan loading juga membuat audiens cenderung tidak meninggalkan situs sebelum halaman selesai loading.
  • Mengefektifkan proses monetisasi: AMP mendukung berbagai format iklan dan strategi monetisasi, memungkinkan bisnis mendapatkan penghasilan sambil memastikan user experience-nya berjalan lancar.

Kekurangan AMP

Meskipun AMP menawarkan banyak kelebihan, ada juga beberapa kekurangan yang perlu dipertimbangkan sebelum memutuskan untuk mengimplementasikannya.

Clutch juga menjelaskan beberapa kekurangan AMP:

  • Keterbatasan fungsionalitas: AMP memiliki batasan tertentu dalam hal fungsionalitas yang dapat ditawarkan. Misalnya, beberapa tag HTML dan JavaScript tidak didukung oleh AMP, sehingga membatasi jenis konten dan interaktivitas yang bisa disajikan.
  • Desain dan branding: AMP juga punya keterbatasan dalam hal desain dan branding. Halaman AMP mungkin tidak selalu sesuai dengan nuansa brand atau website asli.
  • Ketergantungan pada Google: meskipun AMP adalah proyek open-source, Google adalah pemain utama di balik teknologi ini. Hal tersebut dapat menimbulkan kekhawatiran tentang ketergantungan berlebihan pada satu perusahaan.
  • Pemeliharaan tambahan: mengimplementasikan AMP dapat memerlukan pemeliharaan tambahan. Misalnya, jika ada pembaruan atau perubahan pada standar AMP, developer juga perlu memperbarui halaman mereka.

FAQ (Frequently Asked Question)

Bagaimana cara menggunakan AMP?

Search Engine Land memberikan cara menggunakan AMP:

  • Pahami dasar AMP: sebelum memulai, penting untuk memahami konsep dasar AMP. Project ini adalah versi HTML yang disederhanakan dengan beberapa komponen khusus untuk meningkatkan kecepatan pemuatan.
  • Buat versi AMP Halaman: mulailah dengan membuat versi AMP dari halaman web yang ada. Proses ini akan menyederhanakan penggunaan HTML dan CSS.
  • Gunakan Komponen AMP: AMP menyediakan serangkaian komponen khusus untuk menambahkan fitur ke halaman. Misalnya, untuk menambahkan gambar, digunakan tag < amp-img > daripada tag < img >.
  • Validasi halaman AMP: setelah halaman AMP dibuat, penting untuk memvalidasinya. Ada alat validasi AMP yang bisa memeriksa halaman kesalahan dan memastikan halaman mematuhi pedoman AMP.
  • Sertakan link ke versi AMP: dalam halaman web tradisional, tambahkan link ke versi AMP. Proses ini memungkinkan mesin pencari mengetahui bahwa halaman tersebut sudah menyediakan versi AMP.
  • Perbarui konten secara berkala: seperti halaman web lainnya, penting untuk memperbarui konten AMP secara berkala agar memastikan informasi tetap relevan dan up-to-date.
  • Pantau performa halaman: Setelah halaman AMP aktif, pantau performanya. Periksa loading speed, bounce rate, dan metrik lainnya untuk memastikan AMP sudah dimaksimalkan.

Masih ragu? Coba dulu 3 hari, GRATIS
di Full-Stack Trial Class!

Rasakan pengalaman belajar di RevoU Full-Stack Program:

Kelas 100% LIVE, Mini portofolio lewat hands-on assignment, Bimbingan Team Lead & small group discussion.

Kalau cocok, kamu bisa lanjut daftar Full Program dengan kesempatan Fast-Track (skip semua tes seleksi masuk, langsung ke tahap akhir!)

Masih ragu? Coba dulu 3 hari, GRATIS
di Full-Stack Trial Class!

Rasakan pengalaman belajar di RevoU Full-Stack Program:
Kelas 100% LIVE, Mini portofolio lewat hands-on assignment, Bimbingan Team Lead & small group discussion.

Kalau cocok, kamu bisa lanjut daftar Full Program dengan kesempatan Fast-Track (skip semua tes seleksi masuk, langsung ke tahap akhir!)

Masih ragu? Coba dulu 3 hari, GRATIS
di Full-Stack Trial Class!

Rasakan pengalaman belajar di RevoU Full-Stack Program:

Kelas 100% LIVE, Mini portofolio lewat hands-on assignment, Bimbingan Team Lead & small group discussion.

Kalau cocok, kamu bisa lanjut daftar Full Program dengan kesempatan Fast-Track (skip semua tes seleksi masuk, langsung ke tahap akhir!)

Kata kunci lainnya

Mulai karirmu dalam

Software Engineering

Di RevoU, tidak hanya teori, penerapan, serta career coaching. Kamu juga mendapatkan akses ke Community Hub dengan 6000+ member. Di sini, kamu akan selalu terupdate informasi seputar job openings, industry news, dan upskilling events!
ikut kursus gratis
Menu