20 Rekomendasi CSS Framework Terbaik untuk Developer

Inilah 20 CSS framework terbaik untuk developer! Mana yang sudah kamu kuasai?
RevoU Staff
October 25, 2023
6
min read

Mau Belajar

Software Engineering

?

Belajar di RevoU! Dapatkan skill digital paling in-demand langsung dari praktisi terbaik di bidangnya. Kelas online 100% LIVE, 1:1 career coaching, dan akses ke Community Hub dengan 6000+ member selamanya untuk support perkembangan karir kamu!
DAFTAR FULL PROGRAMCOBA COURSE GRATIS

Overview

Dengan menyediakan fondasi yang kokoh, CSS framework membantu developer untuk menghemat waktu dan sumber daya, sambil memastikan konsistensi dan responsivitas dalam desain web.

Framework CSS adalah kumpulan tool siap pakai yang dirancang untuk membantu mempercepat proses pengembangan website dan web app.

Alat ini terdiri dari koleksi file CSS dan JavaScript yang memberikan struktur dasar, seperti style untuk komponen umum web (form, button, navigasi, template) dan sistem grid untuk membangun layout responsif.

Dengan menyediakan kode yang konsisten dan bisa digunakan kembali, framework CSS mengurangi workload developer untuk mengatasi berbagai masalah desain dan kompatibilitas browser. Kamu juga dapat mengurangi waktu yang dihabiskan untuk tugas-tugas berulang, sehingga berfokus pada aspek-aspek unik dan inovatif dari proyek.

Di artikel ini, kita akan membahas berbagai framework CSS, kelebihan menggunakan, sekaligus cara memilih framework yang tepat. Selamat membaca!

20 CSS Framework Terbaik

Dirangkum dari Hackr.io dan Turing, berikut pilihan CSS framework terbaik yang umum digunakan:

#1 Bootstrap

Bootstrap menjadi salah satu framework yang paling sering dipakai dalam pengembangan web. Framework ini menawarkan sistem grid responsif, komponen pre-styled, dan plugin JavaScript, membuatnya menjadi pilihan populer untuk berbagai jenis proyek.

#2 Foundation

Dikembangkan oleh ZURB, Foundation adalah framework responsif yang berfokus pada mobile-first approach. Kamu dapat dengan mudah mengadaptasi framework untuk setiap ukuran layar, dari ponsel sampai desktop.

Fitur utama termasuk grid fleksibel, UI-utility, dan plugin membantu dalam pembuatan elemen interaktif.

#3 Bulma

Berbasis flexbox, Bulma adalah framework yang hanya menggunakan file CSS (tidak ada JavaScript yang terlibat di dalamnya). Hal ini membuat Bulma ringan dan sederhana untuk digunakan.

Bulma memberikan sistem grid responsif dan komponen UI yang clean dengan sintaks mudah dibaca.

#4 Semantic UI

Semantic UI menggunakan sintaks yang user-friendly dan mudah dimengerti, sehingga kode lebih intuitif serta mudah dibaca. Framework ini juga mendukung tema, sehingga memungkinkan desain yang lebih konsisten.

#5 Tailwind CSS

Berbeda dengan framework lain, Tailwind CSS menawarkan pendekatan berbasis utility, di mana kamu akan mengaplikasikan style langsung ke markup. Keunggulan Tailwind mampu meningkatkan produktivitas dan desain dapat disesuaikan tanpa menulis banyak kode custom.

#6 Materialize

Mengikuti prinsip Material Design Google, Materialize menyediakan serangkaian tool untuk membuat user interface yang rapi dan intuitif melalui efek visual menarik, termasuk animasi dan bayangan (shadow).

#7 UIKit

Framework ini menawarkan koleksi komponen HTML, CSS, dan JavaScript yang ringan dan modular. UIKit UIKit terkenal karena kemudahannya dalam kustomisasi dan memiliki banyak komponen yang dapat diintegrasikan dengan proyek web.

#8 Skeleton

Skeleton sebenarnya bukanlah sepenuhnya UI framework, tetapi lebih sebagai boilerplate, yaitu set kode standar, template, atau struktur dasar yang dapat digunakan sebagai titik awal untuk proyek web.

Boilerplate lebih kepada fondasi kode yang membantu memulai pengembangan proyek dengan cepat, menghindari kebutuhan untuk menulis kode yang berulang dari awal setiap kali memulai proyek baru.

#9 Susy

Susy menggunakan sistem grid yang ringan dan fleksibel, dirancang untuk digunakan bersama dengan preprocessor Sass. Susy memberikan kontrol penuh atas layout web tanpa overhead dari framework yang lebih besar.

#10 Milligram

Milligram memberikan pendekatan minimalis dengan performa cepat karena ukurannya sangat kecil. Framework ini cocok untuk proyek-proyek yang ingin menghindari overhead dari framework besar.

#11 Tachyons

Sama seperti Tailwind, Tachyons adalah framework berbasis utility untuk membuat desain secara cepat menggunakan penggabungan berbagai class kecil.

Kamu bisa merakit user interface langsung di markup, mengurangi kebutuhan untuk kode custom.

#12 Primer

Dikembangkan oleh GitHub, Primer dirancang untuk proyek yang membutuhkan sistem desain konsisten. Framework ini memiliki komponen yang terlihat dan terasa seperti GitHub.

Primer menyediakan sistem grid, komponen, dan utility siap pakai.

#13 Base

Base adalah framework yang minimalis dan ringan. Framework ini menawarkan solusi cepat dan efisien tanpa overhead ekstra yang sering ditemukan dalam framework lain.

#14 Picnic CSS

Berfokus pada desain, Picnic CSS menyediakan basis yang solid untuk membuat user interface dengan kode yang clean dan terorganisasi.

#15 Spectre.css

Meskipun tidak sepopuler yang lain, Spectre.css menawarkan komponen modern dan responsif yang cocok untuk proyek web lebih kecil atau proyek yang membutuhkan loading time cepat.

#16 Fomantic-UI

Sebagai fork (cabang) dari Semantic-UI, Fomantic-UI menawarkan fitur serupa tetapi dengan peningkatan dan dukungan komunitas yang lebih aktif.

#17 NES.css

Jika kamu membuat proyek dengan nuansa retro, NES.css menyediakan class yang meniru gaya permainan video 8-bit atau style “pixel art”, memberikan elemen nostalgia dan keunikan tersendiri.

#18 Wing

Wing adalah framework yang sangat ringan dengan ukuran hanya 5kb. Framework ini hanya punya dasar-dasar yang diperlukan untuk memulai pembuatan website tanpa ekstra yang tidak perlu.

#19 Shoelace.css

Shoelace.css adalah back-to-basics CSS starter kit yang cocok dipakai jika kamu ingin membuat desain dari awal dan mengesampingkan style yang sudah ada.

#20 Pure.CSS

Dibuat oleh Yahoo, Pure.CSS menawarkan pendekatan minimalis, menghindari pembengkakan dengan menyediakan set kecil komponen CSS yang sering digunakan. 

Framework ini ideal untuk proyek yang membutuhkan loading time cepat dan tidak memerlukan banyak fitur tambahan.

Kelebihan Menggunakan CSS Framework

kelebihan menggunakan framework css

Berikut beberapa kelebihan menggunakan CSS framework dalam proses web development:

Mempercepat pengembangan web

Salah satu keuntungan terbesar menggunakan CSS framework adalah peningkatan kecepatan pengembangan. Dengan template dan komponen siap pakai, kamu bisa langsung memulai pembuatan website tanpa perlu menulis kode dari awal. 

Kemudahan ini akan menghemat waktu dan tenaga, terutama pada proyek dengan deadline singkat.

Konsistensi desain

CSS framework menyediakan serangkaian aturan desain yang konsisten, sehingga membantu dalam menjaga keseragaman tampilan website. Keunggulan ini sangat penting untuk user experience karena pengunjung situs dapat dengan mudah terganggu dan meninggalkan web jika ada inkonsistensi desain.

Responsivitas

Semakin banyaknya audiens yang mengakses web melalui perangkat mobile, responsivitas website menjadi salah satu prioritas utama untuk dipertimbangkan.

Kebanyakan CSS framework telah dibangun dengan pendekatan mobile-first. Artinya, memungkinkan website berfungsi dengan baik di semua perangkat.

Memudahkan manajemen kode

Framework CSS menyediakan struktur terorganisasi dan sistem grid yang membantu mengelola layout. Hal ini tidak hanya membuat kode lebih mudah dibaca, tetapi juga lebih mudah dikelola serta diperbarui.

Kompatibilitas cross-browser

Dengan menggunakan CSS framework, masalah kompabilitas cross-browser dapat segera diatasi karena framework telah diuji dan dioptimalkan untuk bekerja di berbagai browser.

FAQ (Frequently Asked Question)

Apa saja kekurangan dalam menggunakan CSS framework?

Di balik kelebihannya, ada beberapa kekurangan penggunaan CSS framework yang perlu diperhatikan:

  • Kode berlebih (bloatware): banyak CSS framework menyertakan komponen yang sebenarnya tidak perlu digunakan dalam proyek, menyebabkan pembengkakan kode (code bloat) dan potensi penurunan performa website. Hal ini juga berdampak pada loading time dan pengalaman pengguna secara keseluruhan.
  • Kurang fleksibel: meskipun menyediakan banyak fungsi, CSS framework sering kali mengharuskan developer untuk bekerja dalam batasan tertentu, sehingga membatasi kreativitas.
  • Kesulitan penggunaan: setiap framework memiliki struktur, class, dan efek tersendiri. Jika kamu belum familiar dengan framework tertentu, kamu perlu menyiapkan waktu khusus untuk mempelajarinya. Hal ini bisa menghambat proses pengembangan, terutama di awal.
  • Kemungkinan konflik: saat menggabungkan berbagai aset dan library, terkadang terjadi konflik antara CSS framework dengan script lainnya. Jika hal ini terjadi, kamu perlu waktu tambahan untuk debugging dan menyesuaikan kode.
  • Ketergantungan: terlalu bergantung pada framework bisa menjadi masalah jika proyek tersebut dihentikan atau jika ada masalah kompatibilitas dengan versi browser terbaru. Kamu perlu melakukan perubahan besar pada kode di masa depan.
  • Menambah load website: penggunaan CSS framework dapat menyebabkan "pembengkakan kode," meningkatkan ukuran file CSS karena ada kode yang sebenarnya tidak digunakan. Hal ini memperlambat waktu load website, terutama pada koneksi yang lambat.

Bagaimana cara memilih CSS framework yang tepat?

Pada dasarnya, untuk memilih CSS framework yang tepat, pilihlah yang sudah familiar terlebih dahulu. Untuk pemula, kamu disarankan menggunakan Bootstrap.

Lebih lanjut, berikut beberapa cara dan pertimbangan saat memilih CSS framework:

  • Tentukan kebutuhan proyek: sebelum memilih framework, penting untuk mengidentifikasi kebutuhan spesifik proyekmu. Apakah kamu membutuhkan framework yang lebih berfokus pada responsivitas, komponen UI siap pakai, atau alat yang memungkinkan kustomisasi mendalam.
  • Periksa dokumentasi: framework dengan dokumentasi mumpuni akan memudahkan proses belajar dan penggunaan, terutama jika kamu baru mengenal framework tersebut.
  • Responsivitas dan fleksibilitas: dengan banyaknya pilihan perangkat untuk mengakses web, kamu harus memilih framework yang menawarkan fitur responsif. Selain itu, periksa seberapa mudah untuk menyesuaikan dan memodifikasi framework sesuai kebutuhan proyekmu.
  • Kompatibilitas browser: pastikan framework yang kamu pilih mendukung semua browser utama dan versi terbaru. Hal ini penting untuk menyediakan aksesibilitas yang konsisten kepada semua audiens, terlepas dari browser yang dipakai.
  • Komunitas dan dukungan: framework yang memiliki komunitas aktif dan dukungan yang solid bisa sangat berguna. Akses ke bantuan dari developer lain, tutorial, serta sumber daya tambahan tentu akan memudahkan proses pengembanganmu.
  • Ukuran file dan performa: pertimbangkan ukuran file dari framework dan bagaimana ukuran tersebut dapat memengaruhi performa website. Framework yang lebih ringan membantu mempercepat waktu loading halaman web.
  • Uji coba beberapa pilihan: sebelum menetapkan pilihan, jangan ragu untuk bereksperimen dengan beberapa framework berbeda. Dengan membuat proyek kecil menggunakan berbagai pilihan framework, kamu dapat merasakan langsung bagaimana bekerja dengan alat tersebut dan mana yang paling sesuai dengan kebutuhanmu.

Penutup

Dengan menyediakan fondasi yang kokoh, CSS framework membantu developer untuk menghemat waktu dan sumber daya, sambil memastikan konsistensi dan responsivitas dalam desain web.

Memilih framework yang paling sesuai dengan kebutuhan proyek dan preferensi pribadi memungkinkan kamu dapat memanfaatkan sepenuhnya keunggulan yang ditawarkan dari framework. Keunggulan seperti kecepatan pengembangan, dukungan komunitas secara luas, dan ketersediaan komponen yang dapat digunakan kembali, menjadikan CSS framework pilihan yang tepat bagi developer dengan semua level keahlian.

Namun, penting juga untuk mempertimbangkan kekurangan potensial, seperti kemungkinan pembengkakan kode (code bloat) dan keterbatasan kustomisasi.

RevoU Staff
Kickstart your career in tech with RevoU!

Masih ragu? Coba dulu 3 hari, GRATIS
di Full-Stack Trial Class!

Rasakan pengalaman belajar di RevoU Full-Stack Program: Kelas 100% LIVE, Mini portofolio lewat hands-on assignment, Bimbingan Team Lead & small group discussion. Kalau cocok, kamu bisa lanjut daftar Full Program dengan kesempatan Fast-Track (skip semua tes seleksi masuk, langsung ke tahap akhir!)

Masih ragu? Coba dulu 3 hari, GRATIS
di Full-Stack Trial Class!

Rasakan pengalaman belajar di RevoU Full-Stack Program: Kelas 100% LIVE, Mini portofolio lewat hands-on assignment, Bimbingan Team Lead & small group discussion. Kalau cocok, kamu bisa lanjut daftar Full Program dengan kesempatan Fast-Track (skip semua tes seleksi masuk, langsung ke tahap akhir!)

Masih ragu? Coba dulu 3 hari, GRATIS
di Full-Stack Trial Class!

Rasakan pengalaman belajar di RevoU Full-Stack Program: Kelas 100% LIVE, Mini portofolio lewat hands-on assignment, Bimbingan Team Lead & small group discussion. Kalau cocok, kamu bisa lanjut daftar Full Program dengan kesempatan Fast-Track (skip semua tes seleksi masuk, langsung ke tahap akhir!)

Artikel Lainnya

Mau belajar

Software Engineering

?

Belajar di RevoU! Dapatkan skill digital paling in-demand langsung dari praktisi terbaik di bidangnya. Kelas online 100% LIVE, 1:1 career coaching, dan akses ke Community Hub dengan 6000+ member selamanya untuk support perkembangan karir kamu!
Menu

Mulai karirmu dalam

Software Engineering

Belajar di RevoU! Dapatkan skill digital paling in-demand langsung dari praktisi terbaik di bidangnya. Kelas online 100% LIVE, 1:1 career coaching, dan akses ke Community Hub dengan 6000+ member selamanya untuk support perkembangan karir kamu!

Mau Belajar

Software Engineering

?

Belajar di RevoU! Dapatkan skill digital paling in-demand langsung dari praktisi terbaik di bidangnya. Kelas online 100% LIVE, 1:1 career coaching, dan akses ke Community Hub dengan 6000+ member selamanya untuk support perkembangan karir kamu!

DAFTAR FULL PROGRAM

Mau Belajar

Software Engineering

?