HTML Audio: Cara Menambah Audio dan Contoh Lengkap

HTML audio berfungsi untuk menyematkan file suara dalam halaman web. Yuk, ketahui cara menambahkannya beserta contoh lengkap!
RevoU Staff
August 30, 2023
4
min read

Mau Belajar

Software Engineering

?

Belajar di RevoU! Dapatkan skill digital paling in-demand langsung dari praktisi terbaik di bidangnya. Kelas online 100% LIVE, 1:1 career coaching, dan akses ke Community Hub dengan 6000+ member selamanya untuk support perkembangan karir kamu!
DAFTAR FULL PROGRAMCOBA COURSE GRATIS

Overview

Melalui penggunaan tag < audio >, berbagai atribut seperti src, controls, autoplay, loop, dan muted, serta dukungan untuk format audio yang berbeda seperti MP3, WAV, dan OGG, HTML audio menawarkan fleksibilitas dan kontrol yang lebih besar.

HTML audio telah merevolusi cara kita berinteraksi dengan konten web, membuka pintu bagi pengalaman multimedia yang lebih dinamis.

Dari menyajikan background musik sampai menyematkan podcast informatif, fitur ini memungkinkan developer berkomunikasi dengan audiens lebih dari sekadar teks dan gambar.

Di artikel ini, kita akan membahas tentang HTML audio. Cari tahu bagaimana kamu bisa memanfaatkan fitur ini untuk mengubah cara audiens berinteraksi dengan website-mu!

Apa itu Tag Audio di HTML?

HTML audio adalah salah satu fitur yang berfungsi untuk menyematkan file suara dalam halaman web. Proses ini dilakukan dengan menggunakan tag < audio > yang diperkenalkan dalam HTML5.

HTML audio membantu dalam menyajikan konten audio seperti musik, wawancara, atau efek suara lainnya langsung dalam browser.

Tak hanya meningkatkan interaksi dan pengalaman pengguna, HTML audio juga membuka peluang kreatif dalam desain web. Dari situs musik sampai platform pendidikan, HTML audio memungkinkan developer menyajikan konten audio secara langsung kepada audiens, membuat website lebih menarik.

Cara Menambahkan Audio di HTML

Berikut cara menggunakan elemen < audio > di HTML:

  • Pilih file audio yang ingin ditambahkan: pastikan kamu memiliki file audio yang ingin disematkan dalam format yang didukung oleh browser, seperti MP3, WAV, atau OGG.
  • Tambahkan tag < audio >: di dalam kode HTML, tambahkan tag < audio > di tempat kamu ingin pemutar audio muncul.
  • Gunakan atribut src untuk menentukan sumber audio: atribut src dipakai untuk menunjukkan lokasi file audio. Contoh: < audio src= "musik.mp3" >< /audio >.
  • Tambahkan atribut controls jika diperlukan: jika kamu ingin menampilkan kontrol pemutaran seperti tombol play, pause, dan volume, tambahkan atribut controls. Contoh: < audio src= "musik.mp3" controls></audio >.
  • Sediakan format audio alternatif: untuk memastikan kompatibilitas lintas browser, tambahkan elemen < source > dengan format audio yang berbeda. Contoh:
  • Uji di berbagai browser: setelah menambahkan audio, pastikan untuk mengujinya di berbagai browser agar memastikan semua audiens dapat mendengarkannya.
  • Kustomisasi lebih lanjut (Opsional): kamu juga bisa menambahkan CSS dan JavaScript untuk mengkustomisasi tampilan dan fungsionalitas pemutar audio sesuai keinginan.

Format Audio yang Didukung

Elemen < audio > di HTML mendukung berbagai format audio yang memungkinkan kamu menyematkan file suara dalam berbagai jenis. Beberapa format audio yang umum didukung oleh elemen ini adalah:

  • MP3 (MPEG Audio Layer III): format ini sangat populer dan didukung oleh hampir semua browser modern. MP3 menawarkan kompresi yang baik tanpa kehilangan kualitas yang signifikan.
  • WAV (Waveform Audio File Format): WAV adalah format tanpa kompresi yang menawarkan kualitas suara sangat tinggi. Namun, kekurangan format ini adalah ukuran file-nya bisa sangat besar.
  • OGG (Ogg Vorbis): OGG adalah format yang menawarkan ukuran file lebih kecil dibandingkan WAV namun tetap memerhatikan kualitas suara. Format ini adalah alternatif yang bagus untuk MP3.

Pentingnya menyediakan beberapa format audio

Tidak semua browser mendukung setiap format audio. Oleh karena itu, sangat penting untuk menyediakan beberapa format audio berbeda untuk memastikan konten audio dapat diakses semua audiens, terlepas dari browser yang mereka gunakan.

Contohnya, kamu bisa menambahkan beberapa elemen < source > di dalam tag < audio > untuk menyediakan beberapa format audio, seperti ini:

Dengan cara di atas, browser akan memilih format yang didukung agar bisa memutar audionya. Jika tidak ada format yang didukung, akan muncul pesan sesuai yang sudah kamu atur di awal.

{{COMPONENT_IDENTIFIER}}

Tambahan Atribut Loop, Mute, dan Autoplay Audio HTML

Selain atribut src dan controls, ada beberapa atribut lain yang dapat digunakan untuk mengontrol pemutaran audio, yaitu autoplay, loop, dan muted.

  • Atribut autoplay: atribut ini memungkinkan audio untuk mulai diputar secara otomatis begitu halaman web dimuat. Contoh penggunaannya adalah  <audio src="musik.mp3" autoplay ></audio >. Harap diingat bahwa beberapa browser mungkin membatasi atau memblokir autoplay untuk menghindari gangguan bagi audiens.

Hal lain yang perlu dipahami adalah autoplay hanya bisa digunakan jika audio tersebut diberi property muted terlebih dahulu.

  • Atribut loop: atribut ini membuat audio berulang terus-menerus setelah selesai diputar. Hal ini bisa berguna untuk web yang memiliki background musik atau efek suara berulang. Contoh penggunaannya adalah < audio src="musik.mp3 " loop></audio >.
  • Atribut muted: atribut ini menyebabkan audio dimainkan dalam keadaan bisu. Pilihan ini bisa berguna jika kamu ingin audio dimulai tanpa suara dan memberi audiens pilihan untuk mengaktifkan suaranya. Contoh penggunaannya adalah < audio src="musik.mp3" muted> </audio >.

Semua atribut di atas dapat digabungkan sesuai kebutuhan, seperti < audio src="musik.mp3" autoplay loop muted> < /audio> yang akan memainkan audio secara otomatis, berulang, dan dalam keadaan bisu.

Penggunaan atribut-atribut ini memberi kamu kontrol lebih besar atas bagaimana audio diputar di website. Namun, penting untuk menggunakan atribut-atribut ini dengan bijak dan mempertimbangkan pengalaman pengguna.

FAQ (Frequently Ask Question)

Apakah ada batasan ukuran file untuk HTML audio?

Tidak ada batasan ukuran file secara spesifik. Namun, file yang lebih besar kemungkinan memerlukan waktu lebih lama untuk dimuat, tergantung pada koneksi internet audiens.

Apakah ada cara untuk menampilkan subtitle atau lirik dengan audio?

Meskipun tag < audio > itu sendiri tidak mendukung subtitle atau lirik, kamu bisa menggunakan JavaScript dan CSS untuk menambahkan fungsionalitas ini.

Bagaimana cara Menggabungkan HTML audio dengan video?

Untuk menggabungkan audio dengan video, kamu bisa menggunakan tag < video > dan mengontrol audio sekaligus video secara bersamaan melalui JavaScript.

Apakah ada alat atau library khusus untuk membantu dengan HTML audio?

Ya, ada banyak library dan alat pihak ketiga yang dapat membantu kamu mengelola dan mengkustomisasi HTML audio, seperti Howler.js.

Penutup

HTML audio memberikan kemampuan untuk menyematkan dan mengontrol file audio langsung dalam halaman web.

Melalui penggunaan tag < audio >, berbagai atribut seperti src, controls, autoplay, loop, dan muted, serta dukungan untuk format audio yang berbeda seperti MP3, WAV, dan OGG, HTML audio menawarkan fleksibilitas dan kontrol yang lebih besar.

RevoU Staff
Kickstart your career in tech with RevoU!

Masih ragu? Coba dulu 3 hari, GRATIS
di Full-Stack Trial Class!

Rasakan pengalaman belajar di RevoU Full-Stack Program: Kelas 100% LIVE, Mini portofolio lewat hands-on assignment, Bimbingan Team Lead & small group discussion. Kalau cocok, kamu bisa lanjut daftar Full Program dengan kesempatan Fast-Track (skip semua tes seleksi masuk, langsung ke tahap akhir!)

Masih ragu? Coba dulu 3 hari, GRATIS
di Full-Stack Trial Class!

Rasakan pengalaman belajar di RevoU Full-Stack Program: Kelas 100% LIVE, Mini portofolio lewat hands-on assignment, Bimbingan Team Lead & small group discussion. Kalau cocok, kamu bisa lanjut daftar Full Program dengan kesempatan Fast-Track (skip semua tes seleksi masuk, langsung ke tahap akhir!)

Masih ragu? Coba dulu 3 hari, GRATIS
di Full-Stack Trial Class!

Rasakan pengalaman belajar di RevoU Full-Stack Program: Kelas 100% LIVE, Mini portofolio lewat hands-on assignment, Bimbingan Team Lead & small group discussion. Kalau cocok, kamu bisa lanjut daftar Full Program dengan kesempatan Fast-Track (skip semua tes seleksi masuk, langsung ke tahap akhir!)

Artikel Lainnya

Mau belajar

Software Engineering

?

Belajar di RevoU! Dapatkan skill digital paling in-demand langsung dari praktisi terbaik di bidangnya. Kelas online 100% LIVE, 1:1 career coaching, dan akses ke Community Hub dengan 6000+ member selamanya untuk support perkembangan karir kamu!
Menu

Mulai karirmu dalam

Software Engineering

Belajar di RevoU! Dapatkan skill digital paling in-demand langsung dari praktisi terbaik di bidangnya. Kelas online 100% LIVE, 1:1 career coaching, dan akses ke Community Hub dengan 6000+ member selamanya untuk support perkembangan karir kamu!

Mau Belajar

Software Engineering

?

Belajar di RevoU! Dapatkan skill digital paling in-demand langsung dari praktisi terbaik di bidangnya. Kelas online 100% LIVE, 1:1 career coaching, dan akses ke Community Hub dengan 6000+ member selamanya untuk support perkembangan karir kamu!

DAFTAR FULL PROGRAM

Mau Belajar

Software Engineering

?