Cyber Security

Cyber security melindungi sistem, jaringan, dan program dari serangan digital untuk menjaga keamanan data. Pelajari jenis, ancaman, dan cara memperkuatnya!

Software Engineering

Mau Belajar

Software Engineering

GRATIS?

Di RevoU, tidak hanya teori, penerapan, serta career coaching. Kamu juga mendapatkan akses ke Community Hub dengan 6000+ member. Di sini, kamu akan selalu terupdate informasi seputar job openings, industry news, dan upskilling events!

IKUT KURSUS GRATIS

Mau Belajar

Software Engineering

GRATIS?

Pengertian Cyber Security

Cyber security adalah praktik melindungi sistem, jaringan, dan program dari serangan digital untuk menjaga keamanan data dan akses informasi.

Praktik ini penting karena semakin banyak aktivitas sehari-hari yang bergantung pada teknologi digital, dari transaksi perbankan sampai komunikasi pribadi. Dalam cyber security, berbagai metode dan teknologi digunakan untuk mencegah, mendeteksi, dan merespons terhadap ancaman seperti virus, malware, dan serangan phishing.

Langkah-langkah ini termasuk pemasangan firewall, enkripsi data, penggunaan software antivirus, dan pelaksanaan kebijakan keamanan yang ketat. Tujuan utama dari cyber security yaitu untuk menjaga integritas, kerahasiaan, dan ketersediaan informasi, sehingga meminimalkan risiko kerugian atau kerusakan yang dapat ditimbulkan oleh cyber attack.

Jenis-jenis Cyber Security

Dilansir dari Checkpoint, cyber security mencakup beberapa jenis dirancang untuk menjaga keamanan sistem dan data:

  • Network security: jenis ini bertujuan untuk melindungi infrastruktur jaringan dan data yang ditransmisikan melalui jaringan dari akses, perubahan, atau penghancuran yang tidak sah. Hal ini melibatkan penggunaan firewall, sistem deteksi dan pencegahan intrusi (IDS/IPS), dan solusi VPN untuk mengamankan komunikasi dalam jaringan.
  • IoT security: keamanan Internet of Things (IoT) fokus pada perlindungan perangkat yang terhubung ke internet dan jaringan yang dioperasikan. Mengingat jumlah perangkat IoT biasanya besar dan sering kali tidak terlindungi, keamanan IoT melibatkan langkah-langkah khusus untuk mencegah perangkat dari menjadi titik masuk bagi serangan.
  • Cloud security: cloud security melindungi data yang disimpan online melalui layanan cloud computing dari pencurian, kebocoran, dan penghapusan. Strategi ini meliputi penggunaan enkripsi data, 2FA, dan kebijakan keamanan yang memadai untuk melindungi data yang tersimpan di lingkungan cloud.
  • Application security: keamanan aplikasi menyangkut langkah-langkah yang diambil untuk melindungi aplikasi dari ancaman yang muncul selama proses pengembangan dan pemeliharaan aplikasi. Hal ini mencakup pengujian keamanan, audit kode, dan penerapan patch keamanan untuk menutup kerentanan yang mungkin dimiliki aplikasi.
  • Endpoint security: keamanan endpoint berfokus pada perlindungan end device seperti komputer, ponsel, dan tablet yang digunakan untuk mengakses jaringan perusahaan. Ini mencakup penggunaan software antivirus, anti-malware, enkripsi, dan manajemen akses untuk menjaga perangkat tersebut dari cyber attack.
  • Mobile security: keamanan mobile merujuk pada perlindungan perangkat mobile dan data yang ada di dalamnya. Mengingat peran penting perangkat mobile dalam kehidupan sehari-hari, strategi keamanan ini meliputi aplikasi keamanan, pengelolaan perangkat, dan kebijakan privasi untuk melindungi terhadap malware, pencurian data, dan kebocoran informasi.
  • Zero trust: model Zero Trust adalah pendekatan keamanan yang tidak secara otomatis mempercayai entitas di dalam atau di luar jaringan perusahaan tanpa verifikasi. Ini beroperasi di bawah asumsi bahwa ancaman bisa datang dari mana pun. Oleh karena itu, perlu verifikasi yang ketat untuk setiap upaya akses ke sumber daya jaringan, terlepas dari lokasi user.

Ancaman Cyber Security

Dirangkum dari berbagai sumber, ancaman dalam cyber security terus berkembang dan menjadi lebih canggih, termasuk:

  • Malware: software yang mencakup virus, worm, dan Trojan. Malware dapat mencuri data, merusak software, dan mengganggu operasi sistem.
  • Phishing: taktik yang menggunakan e-mail atau pesan palsu untuk memancing user memberikan informasi pribadinya. Serangan ini biasanya dilakukan dengan menyamar sebagai sumber terpercaya.
  • Man-in-the-middle attack (MitM): jenis serangan di mana penyusup memasuki komunikasi antara dua pihak untuk mencuri atau memanipulasi data yang ditransfer.
  • Denial-of-service (DoS) dan distributed denial-of-service (DDoS) attacks: serangan ini bertujuan untuk membanjiri sistem, server, atau jaringan dengan traffic yang berlebihan, sehingga tidak dapat diakses oleh user.
  • Advanced persistent threats (APT): serangan di mana penyerang menembus jaringan dan tetap tidak terdeteksi untuk waktu yang lama. APT biasanya ditujukan pada organisasi atau pemerintahan dengan tujuan mencuri data dalam skala besar.
  • Ransomware: jenis malware yang mengenkripsi data korban dan menuntut pembayaran tebusan untuk dekripsi. Serangan ini dapat menyebabkan kehilangan data penting dan gangguan operasional.
  • SQL injection: serangan yang memanfaatkan kelemahan keamanan dalam database. Penyerang bisa menggunakan celah ini untuk mengakses data sensitif, memodifikasi data, atau bahkan menghapusnya.
  • Zero-day exploit: serangan yang memanfaatkan kerentanan pada software yang belum diketahui oleh pembuat software atau publik. Zero-day exploit sangat berbahaya karena belum ada patch atau cara untuk mencegah serangan tersebut.

FAQ (Frequently Asked Question)

Bagaimana cara memperkuat cyber security?

Memperkuat cyber security merupakan langkah penting untuk melindungi data dan aset dari ancaman digital. Berikut beberapa strategi efektif untuk meningkatkan keamanan cyber:

  • Gunakan antivirus dan anti-malware: instal dan perbarui software antivirus serta anti-malware secara rutin.
  • Terapkan firewall: firewall berfungsi sebagai barikade antara jaringan pribadi dan traffic internet yang tidak aman. Mengkonfigurasi firewall dengan tepat membantu mencegah akses ilegal ke jaringan internal.
  • Pelatihan keamanan: berikan pelatihan tentang keamanan cyber kepada karyawan dan user sistem. Pelatihan berguna untuk mengurangi risiko serangan yang berasal dari human error, seperti phishing.
  • Multi-factor authentication: gunakan MFA untuk menambah lapisan keamanan tambahan. Cara ini dilakukan dengan meminta user memberikan dua atau lebih bukti identitas sebelum mengakses sistem.
  • Manajemen akses: tentukan dan batasi akses ke sistem berdasarkan peran user agar meminimalkan risiko penyalahgunaan atau pencurian data.
  • Backup data berkala: lakukan backup data secara teratur dan simpan di lokasi yang aman. Ini memastikan data dapat dikembalikan setelah serangan cyber seperti ransomware.
  • Enkripsi data: enkripsi data yang sensitif, baik saat disimpan maupun dalam transmisi, guna membantu melindungi informasi dari akses tidak sah.

Kata kunci lainnya

Mulai karirmu dalam

Software Engineering

Di RevoU, tidak hanya teori, penerapan, serta career coaching. Kamu juga mendapatkan akses ke Community Hub dengan 6000+ member. Di sini, kamu akan selalu terupdate informasi seputar job openings, industry news, dan upskilling events!
ikut kursus gratis
Menu