Cara Pasang Iklan di Google Ads (Step-by-Step)

Bagaimana cara pasang iklan di Google Ads? Yuk, simak 10 langkah untuk menjalankan iklan di Google Ads selengkapnya!
Evita Fitriyah
January 4, 2023
6
min read

Mau Belajar

Digital Marketing

?

Belajar di RevoU! Dapatkan skill digital paling in-demand langsung dari praktisi terbaik di bidangnya. Kelas online 100% LIVE, 1:1 career coaching, dan akses ke Community Hub dengan 6000+ member selamanya untuk support perkembangan karir kamu!
DAFTAR FULL PROGRAMCOBA COURSE GRATIS

Overview

Bagaimana cara pasang iklan di Google Ads? Yuk, ikuti langkah-langkah ini supaya bisnismu bisa menjangkau lebih banyak orang!

Per Juli 2022, Google masih menguasai market share search engine dengan porsi 83,84%. Maka dari itu, beriklan di Google Ads berpotensi menjangkau lebih banyak orang.

Bingung cara pasang iklan di Google Ads? Tidak perlu khawatir, yuk, simak cara pasang iklan di Google Ads di artikel berikut ini!

Pengertian Google Ads

Google Ads adalah layanan periklanan online yang dikembangkan oleh Google. Melalui Google Ads, kamu bisa membuat iklan yang dapat menjangkau audiens lebih luas dan menentukan objective iklan yang dijalankan sesuai dengan tujuan bisnismu. 

Dengan menggunakan Google Ads, iklan kamu dapat muncul di Google saat seseorang mencari produk atau layanan seperti yang bisnismu sediakan. 

Selain menampilkan iklan di search engine, kamu juga dapat menentukan penempatan iklanmu di situs web, aplikasi mobile, dan video platform. Tidak perlu khawatir soal pengaturan biaya iklan, karena dengan Google Ads kamu bisa mengontrol biayanya sesuai dengan anggaran tanpa ada angka minimum atau maksimum.

cara pasang iklan di Google Ads

Persiapan sebelum Pasang Iklan di Google

#1 Tentukan tujuan iklan (campaign objective)

Sebelum kamu memasang iklan di Google Ads, kamu perlu menentukan tujuan apa yang ingin kamu capai dengan menggunakan Google Ads. Tujuan ini memfokuskan campaign Google Ads untuk memberikan hasil tertentu. Terdapat beberapa pilihan tujuan iklan di Google Ads, yaitu:

  1. Sales

Untuk mendorong penjualan atau konversi secara online, di aplikasi, melalui telepon, atau di toko. Campaign objective ini juga memungkinkan kamu untuk berinteraksi dengan pelanggan yang telah menghubungi bisnis kamu atau hampir melakukan pembelian.

  1. Leads

Campaign objective ini dapat kamu gunakan untuk mendapatkan leads, mendorong pelanggan untuk melakukan suatu tindakan seperti mendaftar langganan e-mail (e-mail subscription) atau memberikan informasi kontak mereka. 

  1. Website Traffic

Mendorong calon pelanggan untuk mengunjungi situs web atau mencari traffic ke website sebanyak-banyaknya.

  1. Product and Brand Consideration

Mendorong calon pelanggan untuk mempertimbangkan brand atau produk/jasa dari bisnis kamu saat mereka mencari informasi atau akan membeli suatu produk.

  1. Brand Awareness and Reach

Menjangkau audiens yang luas untuk meningkatkan pengenalan brand atau bisnis kamu.

  1. Local Store Visits and Promotions

Mendorong audiens untuk mengunjungi lokasi fisik toko kamu dan meningkatkan awareness dari toko fisik kepada audiens yang relevan.

#2 Tentukan jenis campaign 

Terdapat 8 jenis campaign yang bisa kamu pasang di Google Ads, yaitu:

1. Search Campaign

Search Campaign atau iklan pencarian adalah iklan teks yang tampil di hasil pencarian. Jenis iklan ini memungkinkan kamu untuk menjangkau orang-orang yang menelusuri produk atau layanan yang kamu tawarkan di Google.

Campaign jenis ini bagus untuk mendorong penjualan, leads, atau traffic ke website. Alasannya, kamu dapat menampilkan iklan kepada orang-orang yang secara aktif mencari info terkait produk dan layanan sejenis yang kamu tawarkan.

2. Display Campaign 

Display Campaign adalah jenis iklan dengan tampilan teks dan gambar yang menarik secara visual, yang dapat menjangkau audiens relevan. Iklan dapat tampil di website, aplikasi, dan properti lain milik Google seperti YouTube. 

3. Video Campaigns

Video Campaign memungkinkan kamu untuk menampilkan iklan video di YouTube dan website lainnya. 

4. App Campaigns

Campaign ini bertujuan untuk mempromosikan aplikasi. Iklan yang ditampilkan dapat berupa teks atau gambar dengan call to action button yang mengarahkan audiens ke Play Store atau App Store. App Campaign dapat membantu kamu mencari user baru dan meningkatkan penjualan di dalam aplikasi. 

5. Smart Campaign

Smart Campaign adalah cara mudah untuk mengautomasi campaign iklan Google Ads. Dengan Smart Campaign, kamu hanya perlu menambahkan informasi bisnis dan membuat beberapa iklan. Google akan mencari targeting terbaik untuk mendapatkan hasil maksimal dari budget yang kamu alokasikan.

6. Performance Max

Performance Max adalah goal-based campaign yang memungkinkan kamu untuk mengakses semua inventaris Google Ads dalam satu campaign. Campaign ini dapat membantu kamu:  

1) mendorong performa berdasarkan tujuan konversi yang kamu tentukan 

2) menghasilkan lebih banyak konversi dan nilai konversi dengan mengoptimalkan performa secara real-time dan di seluruh channel menggunakan Smart Bidding.

7. Shopping campaigns atau Performance Max with Merchant Center feed

Shopping Campaign adalah jenis campaign yang menampilkan product listings atau katalog produk di Google. Shopping ads tampil di hasil pencarian dan Google Shopping tab.

8. Discovery Campaign

Discovery Campaign membantu kamu menjangkau orang-orang di berbagai properti Google dengan 1 campaign iklan saja. Machine learning Google juga akan membantu menyesuaikan tampilan visual iklan di seluruh perangkat.

#3 Atur budget untuk beriklan

Di Google Ads, kamu bisa mengontrol jumlah budget yang akan kamu gunakan untuk beriklan dengan dua settings berbeda, yaitu budget harian (daily budget) dan bids (tawaran). 

Budget adalah jumlah yang ingin kamu habiskan dalam satu campaign per hari. Sedangkan bids adalah jumlah yang kamu tetapkan untuk sebuah keyword jika seseorang mencari kata kunci tersebut lalu mengklik iklanmu. 

Ketika kamu pertama kali memulai beriklan di Google Ads, sebaiknya kamu menetapkan budget keseluruhan secara merata ke semua campaign. Dengan cara ini, kamu dapat menentukan campaign mana yang memiliki performa paling bagus dan tepat untuk bisnismu. 

Secara umum, kamu perlu menetapkan budget campaign dan bid berdasarkan tujuan bisnis. Misalnya, jika kamu  ingin mempromosikan produk serum wajah dalam satu bulan. Kamu perlu mempertimbangkan untuk menentukan budget lebih tinggi untuk campaign produk tersebut dan menurunkan budget campaign produk lain. Tidak perlu khawatir, kamu bisa mengganti budget dan bid kapanpun, sehingga apabila ada performa campaign yang kurang baik kamu bisa menyesuaikannya sesuai kebutuhan. 

Dalam hal menetapkan bids untuk keywords yang kamu gunakan, pilihlah bid yang dapat membantu iklan kamu mendapatkan peringkat yang kamu inginkan. Dengan catatan, angkanya masih dalam range budget yang kamu miliki. 

{{COMPONENT_IDENTIFIER}}

#4 Riset kata kunci (keyword)

Perlu diperhatikan, step ini hanya khusus untuk set up iklan Google Ads tipe Search Ad. Untuk tipe iklan lainnya tidak terlalu perlu riset keyword.

Dalam menentukan keyword untuk iklanmu, kamu perlu memikirkan istilah apa yang kemungkinan terpikirkan orang saat mencari apa yang kamu jual atau tawarkan. 

Untuk membantu memudahkanmu mencari keywords yang tepat, Google Ads hadir dengan tools gratis yang disebut Google Keyword Planner. Keyword Planner dapat membantu kamu mendapatkan daftar ide keywords dan memberikan estimasi bid untuk sebuah keyword supaya iklan kamu dapat muncul di hasil pencarian. 

Biasanya, semakin kompetitif sebuah keyword, semakin mahal bid-nya. Ketika kamu baru memulai beriklan di Google Ads, sebaiknya hindari keywords dengan kompetisi tinggi (high-competition). Dengan begitu, kamu tidak menghabiskan semua budget yang kamu miliki hanya untuk beberapa klik. 

Tetap gunakan keyword dengan harga rendah hingga sedang supaya kamu bisa mendapatkan banyak exposure sekaligus membantu kamu menguji cara kerja campaign yang kamu jalankan. 

Cara Pasang Iklan di Google Ads

Pertama-tama, kamu perlu membuka Google Ads, lalu klik Get Started. Setelah kamu menyiapkan akun, Google akan menampilkan fitur Smart Campaign. Sebelumnya fitur ini bernama AdWords Express, lalu berganti menjadi Smart Campaign pada tahun 2019. 

Smart Campaign adalah campaign iklan default dari Google yang memanfaatkan teknologi machine learning. Dengan menggunakan Smart Campaign, segala proses berjalanannya campaign diautomasi. 

Campaign ini cocok untuk pebisnis UMKM yang baru mulai mencoba beriklan di Google Ads. Akan tetapi, tanpa menggunakan fitur Smart Campaign, pengiklan bisa dengan mudah mengikuti tiap langkah untuk menjalankan campaign dari awal. Oleh karena itu, kamu tidak perlu klik “Main advertising goal”, dan sebagai gantinya bisa langsung memilih opsi “Switch to Expert Mode”.

cara menentukan advertising goal di Google Ads

#1 Pilih jenis campaign

Seperti yang sudah dibahas pada bagian awal tulisan ini, terdapat beragam jenis campaign di Google Ads untuk berbagai tujuan, dari Search Campaign, Video Campaign, App Campaign, sampai Discovery Campaign.

Sebelum memilih tipe campaign, Google akan menampikan beberapa campaign objective yang dapat kamu pilih sesuai dengan tujuan bisnismu. Setelah memilih campaign objective, Google akan menunjukkan jenis campaign mana yang tersedia. Pada artikel ini akan ditunjukan pembuatan Search Campaign, jadi objective yang dipilih adalah Website Traffic. 

tentukan campaign objective di Google Ads

Jika kamu sudah memilih campaign objective, maka akan tampil tipe campaign yang tersedia:

tentukan campaign type di Google Ads

#2 Mulai set up campaign

Pilih campaign objective checked, pilih jenis campaign checked! Sekarang waktunya kamu untuk memilih general settings untuk campaign Google Ads, seperti:

  • Campaign name: Kamu bebas memberi nama campaign yang akan kamu jalankan. 
  • Network: Kamu bisa memilih untuk menampilkan iklanmu di Google Search Network, yaitu anak perusahaan milik Google yang diizinkan untuk menampilkan iklanmu. 

#3 Atur schedule penayangan iklan

Setelah menentukan general settings, kamu perlu memberi tahu Google kapan harus menampilkan iklan sehingga budget-mu terpakai pada saat yang tepat. Misalnya, kamu bisa menghindari menampilkan iklan pada dini hari saat orang mungkin tidak tertarik melakukan tindakan conversion seperti membeli produk.

Untuk mengatur jadwal, klik  “More settings" lalu klik "Ad schedule” dan pilih tanggal mulai dan berakhir serta jadwal iklan.

#4 Pilih jangkauan lokasi dan audiens

Di bagian ini, kamu perlu mengatur lokasi dan bahasa. 

pilih jangkauan lokasi dan audiens di Google Ads

#5 Tentukan budget harian

Perlu beberapa trial and error sampai kamu bisa menentukan budget beriklan yang tepat. Apabila budget-nya terlalu sedikit, kamu hanya akan terbiasa dengan satu cara itu saja. Sebaliknya apabila budget terlalu banyak, budget bulananmu mungkin saja terbakar hanya dalam waktu satu minggu.

Dilansir dari wordstream.com, untuk menghitung budget yang tepat, pertama-tama kamu harus memperkirakan pengeluaran bulanan. Mulailah dengan melakukan keyword research dan pakai benchmark Google Ads untuk industri bisnismu guna mengestimasii CPC atau CPA rata-rata. Setelah itu, bagi angka tersebut dengan 30,4 (jumlah hari rata-rata dalam sebulan) untuk mengetahui budget harian.

Berikut merupakan contoh kasusnya:

Kamu memiliki budget Rp1.000.000 per bulan.

1.000.000 ÷ 30,4= 32.894.73

Untuk budgeting PPC yang lebih baik, mari kita bulatkan angkanya menjadi Rp32.900 per hari untuk dihabiskan pada satu campaign.

Untuk mengetahui apakah anggaran ini berhasil, mari kita lanjutkan dengan contoh berikut:

Sebut saja tujuanmu adalah untuk mendapatkan 2 konversi per hari. Berdasarkan research yang kamu lakukan, CPC rata-rata ada di angka Rp2.300. Dengan budget Rp32.900 per hari,  kamu diperkirakan hanya mendapatkan maksimum 14 klik per hari yang mana diharapkan dari 14 klik itu bisa mendapatkan banyak konversi. 

Ketika kamu pertama kali menjalankan campaign, sebaiknya coba perlahan dengan tidak memasang budget terlalu tinggi atau terlalu rendah. Perhatikan perkembangan metrics-nya dan evaluasi performa campaign-mu. Ketika performa campaign mulai terlihat baik, kamu bisa meningkatkan budget dan juga mengumpulkan data yang dibutuhkan untuk melakukan optimasi sekaligus menurunkan cost per click

Dilansir dari wordstream.com berikut merupakan tips set up budget di Google Ads.

Do's:

  • Pahami cara budget harian bekerja. Contohnya, apabila kamu membuat budget harian Rp50.000, Google mungkin menghabiskan Rp60.000 di satu hari apabila bisa menghasilkan lebih banyak klik dan konversi. Tapi keesokannya harinya, Google mungkin hanya menghabiskan Rp40.000 untuk menghindari overspent pada bulan tersebut. 
  • Gunakan budget report Google Ads untuk melihat proyeksi pengeluaran harian dan bulanan di seluruh akun Google Ads.

Dont's: 

  • Berharap budget akan tetap sama selamanya. Dalam PPC, sebaiknya kamu lebih fleksibel dalam mengatur budget. Misalnya, kamu tidak perlu menjalankan campaign yang tidak bekerja optimal hanya karena kamu mengharapkan campaign tersebut dapat berhasil suatu waktu.
  • Mengurangi budget. Meskipun semua advertiser ingin menghemat biaya, budget yang rendah dapat membatasi performa campaign

#6 Tentukan strategi bidding Google Ads

Untuk memilih strategi bidding, kamu dapat melakukannya di menu Bidding. Setelah itu klik menu dropdown dari pilihan strategi bidding.

tentukan strategi bidding di Google Ads

Terdapat 2 kategori strategi bidding:

1. Manual Bidding: Apabila kamu memilih opsi ini, kamu dapat memberi tahu Google bid CPC maksimum untuk setiap kata kunci, yaitu jumlah maksimum yang bersedia kamu bayar untuk setiap klik pada kata kunci iklan yang kamu jalankan. 

Penting untuk diketahui bahwa ini belum tentu merupakan jumlah yang akan kamu bayarkan karena mungkin aktualnya nanti lebih sedikit. Tetapi tidak pernah akan lebih dari bid yang kamu pasang. Strategi ini memberi kamu kendali penuh. Tapi kamu perlu hati-hati juga karena menetapkan tawaran bid terlalu rendah dapat membatasi kinerja campaign yang kamu jalankan.

2. Automated Bidding: Dengan strategi ini, kamu membiarkan Google untuk menentukan maksimum bid CPC. Jika kamu menggunakan metode ini pastikan untuk memperhatikan datanya untuk mengetahui berapa biaya per klik.

#7 Masukkan keyword yang akan digunakan

Kamu bisa menawar kata kunci yang kamu inginkan untuk dapat menampilkan iklanmu. Di bagian Keywords, kamu akan menemukan Ad Group Name di bagian atas yang dapat kamu ubah. 

Ad group hanya mengelompokkan iklan dan keywords yang kamu atur. Sebaiknya, kamu membuat nama ad group ke dalam kategori tematik untuk memudahkan mengatur campaign yang berjalan. 

masukkan keyword di Google Ads

Untuk mengetahui cara lengkap melakukan keyword research dan tipsnya, kamu bisa cek artikel ini: Cara Menggunakan Google Keyword Planner.

Kamu bisa gunakan target keyword dengan intensi komersial. Misalnya istilah seperti, "beli" "harga", "dijual" dan lainnya. Jika kamu berfokus pada iklan PPC lokal, kamu bisa menargetkan kata kunci berbasis lokasi seperti "Toko emas di Bandung".

Ketika kamu memilih keyword, kamu juga perlu menentukan match type (jenis pencocokan) yang kamu inginkan. Hal ini karena ada banyak daftar istilah (kueri) yang orang cari tapi tidak identik dengan keywords yang kamu miliki, namun maknanya masih relevan. Match types membantu Google memahami variasi kata kunci untuk menampilkan iklanmu.

Berikut merupakan tiga keyword match types yang terdapat di Google Ads:

  • Broad match: memungkinkan iklanmu tampil untuk kueri apapun yang terkait dengan keyword yang kamu pilih.
  • Phrase match: mengambil kueri yang memiliki arti yang sama dengan keyword yang kamu pilih.
  • Exact match: hanya memungkinkan iklan kamu tampil hanya jika kueri memiliki arti yang identik dengan kueri milikmu.
keyword match types di Google Ads

#8 Buat iklan/ad copy

Sejak Juni 2022,  responsive search ads akan menjadi satu-satunya standar Search Ads yang dapat kamu buat, berikut tampilannya:

tampilan search responsive ads dari Google Ads

Nah, sekarang, bagaimana cara membuat teks (copy) iklan di Google Ads? Kamu bisa mengikuti tips berikut:

  • Iklan jenis responsive search tampil otomatis kepada user, sehingga kamu perlu memastikan setiap baris teks atau gambarnya semenarik mungkin. 
  • Jangan lupa gunakan CTA untuk memicu user melakukan sebuah action. Gunakan CTA yang jelas sesuai dengan tujuan akhir yang diharapkan. Misalnya, kamu dapat menggunakan CTA "Shop now", "call now", dan lainnya untuk membantu meningkatkan konversi. 
  • Pilih diksi yang menarik. Gunakan kalimat informal dan santai namun tetap jelas apabila memungkinkan.
  • Boleh bermain-main dengan diksi, tapi jangan berlebihan, ya! Anggap iklanmu seumpama wajah yang mewakili bisnismu. Hindari membuat copywriting CTA yang terlalu bombastis. 

#9 Gunakan ad extension atau assets

Assets atau yang dulu dikenal dengan sebutan Extensions adalah basis informasi tambahan yang dapat membantu meningkatkan CTR iklanmu dan membuatnya lebih menonjol.

Untuk menambahkan Assets ke iklanmu, pilih kolom sebelah kiri menu Google Ads. Google selalu menambah dan meningkatkan opsi Assets yang dapat kamu buat. Jadi manfaatkan fitur ini sebaik-baiknya, ya!

#10 Lengkapi detail pembayaran

Pastikan informasi penagihan sudah lengkap, lalu kamu bisa menyimpan campaign-mu dan mengaktifkannya. Setelah itu, kamu hanya perlu melacak kinerja campaign yang berjalan.

Sebagai tips, sebaiknya kamu mempelajari lebih dalam mengenai PPC reporting. Pelajari berbagai metrics PPC untuk menentukan area pengoptimalan ke depannya. 

Selain itu usahakan jangan membuat perubahan lebih dari dua minggu sampai 30 hari pada campaign yang sedang berjalan. 

Apakah Tujuan Menghubungkan Google Analytics dengan Google Ads?

Google Analytics adalah tools yang dapat kamu gunakan secara gratis untuk mendapatkan insights mengenai bagaimana orang berinteraksi dengan iklan dan website-mu. 

Meskipun Google Ads dapat memberi tahu kamu berapa banyak orang yang mengklik iklan yang kamu jalankan, mengintegrasikan Google Ads dan Analytics memungkinkan kamu untuk memantau apa yang dilakukan orang-orang tersebut setelah membuka website-mu. 

Misalnya, jika orang tiba di website-mu tetapi kemudian langsung menutupnya, iklan yang dijalankan mungkin tidak menjangkau orang yang tepat. Mungkin juga kamu membawa mereka ke area yang salah di website-mu. Informasi ini dapat membantu kamu untuk mengatur iklan dengan lebih baik dan mungkin mendapatkan lebih banyak konversi dari budget yang kamu miliki.

Let's wrap it up! Secara singkat, berikut langkah-langkah menjalankan Google Ads:

  1. Pilih jenis campaign
  2. Mulai set up campaign
  3. Atur schedule penayangan iklan
  4. Pilih jangkauan lokasi dan audiens
  5. Tentukan budget harian
  6. Tentukan strategi bidding Google Ads
  7. Masukkan keyword yang akan digunakan
  8. Buat iklan/ad copy
  9. Gunakan ad extension/assets
  10. Lengkapi detail pembayaran

Itu dia cara pasang iklan di Google Ads. Dengan memasang iklan di Google Ads, kamu dapat mempromosikan website dari produk atau layanan bisnismu untuk menjangkau audiens yang lebih luas. 

Ingat, practice makes perfect and good things take time, jangan menyerah apabila campaign yang kamu jalankan belum menghasilkan konversi yang baik. Terus lakukan optimasi hingga kamu dapat mencapai goals yang kamu inginkan.

Evita Fitriyah
Evita is a tourism graduate who discovered her passion in digital marketing. Working as a Digital Marketing Consultant, she has been helping more than +30 local brands to develop online marketing strategies. Aside from her daily hustle, she is a home workout athlete and aspiring writer.

Artikel Lainnya

Mau belajar

Digital Marketing

?

Belajar di RevoU! Dapatkan skill digital paling in-demand langsung dari praktisi terbaik di bidangnya. Kelas online 100% LIVE, 1:1 career coaching, dan akses ke Community Hub dengan 6000+ member selamanya untuk support perkembangan karir kamu!
Menu

Mulai karirmu dalam

Digital Marketing

Belajar di RevoU! Dapatkan skill digital paling in-demand langsung dari praktisi terbaik di bidangnya. Kelas online 100% LIVE, 1:1 career coaching, dan akses ke Community Hub dengan 6000+ member selamanya untuk support perkembangan karir kamu!