Jenjang Karir Data Analyst: Dari Entry-Level sampai Konsultan

Penasaran bagaimana jenjang karir seorang data analyst mulai dari enty-level sampai konsultan? Yuk, simak!
Hasna Latifatunnisa
September 20, 2022
5
min read

Mau Belajar

Data Analysis

?

Belajar di RevoU! Dapatkan skill digital paling in-demand langsung dari praktisi terbaik di bidangnya. Kelas online 100% LIVE, 1:1 career coaching, dan akses ke Community Hub dengan 6000+ member selamanya untuk support perkembangan karir kamu!
DAFTAR FULL PROGRAMCOBA DULU GRATIS

Overview

Data analyst adalah salah satu pekerjaan dengan jenjang karir yang bagus, sebab ada pertumbuhan konstan dalam kebutuhan data analyst di seluruh dunia. Data terus tumbuh secara eksponensial, mengartikan bahwa di masa depan akan lebih banyak permintaan untuk pakar data analyst. Apa saja jenjang karir yang akan kamu tempuh selama menjadi data analyst? Berikut penjelasannya.

Tidak ada perusahaan yang tidak memiliki data.

Mulai dari start-up hingga perusahaan besar, semuanya memiliki data, baik itu data kecil maupun data besar.

Tak heran jika profesi yang berhubungan data banyak dicari perusahaan, terutama jika perusahaan tersebut mulai go digital.

Bagi kamu yang ingin fokus berkarir di bidang data analytics, kamu tentu penasaran bagaimana jenjang karir data analyst, bukan?

Memahami jenjang karir data analyst menjadikan kamu memiliki pandangan lebih luas tentang bagaimana perjalanan karirmu ke depan, sehingga dapat mempersiapkannya dari sekarang.

Wajib Punya Core Skills-nya!

Perjalanan karir kamu sebagai data analyst harus dimulai dengan mempelajari skill penting yang diperlukan. 

Apabila kamu adalah fresh graduates atau memutuskan untuk switch career, kamu perlu memahami keseluruhan proses data analytics, mulai dari menyiapkan dan menganalisis data mentah hingga membuat visualisasi dari analisis yang dihasilkan.

Kamu juga harus mengembangkan skill teknis, seperti SQL dan mempelajari dasar-dasar Python, Excel, hingga Tableau.

Agar memahami lebih jauh skill apa saja yang diperlukan untuk menjadi data analyst, kunjungi artikel 13 Skill Data Analyst, Ada yang Belum Kamu Kuasai?

Apa Saja Jenjang Karir Data Analyst?

Apabila kamu sudah membekali diri dengan skill dan keterampilan yang diperlukan, kamu bisa mulai mempertimbangkan untuk melamar pekerjaan data analyst. Harus mulai dari mana? 

Inilah jenjang karir data analyst dari entry-level hingga konsultan yang akan kamu jelajahi.

Jenjang karir data analyst
Jenjang karir data analyst

#1 Entry-Level

Sebagai pemula, kamu akan memulai karir dengan menempati posisi entry-level terlebih dahulu atau biasa disebut junior data analyst.

Di sini, kamu bertanggung jawab untuk mengekstrak data, data cleaning, analisis data, dan membagikan hasil temuan data tersebut kepada pihak-pihak yang membutuhkan, misalnya tim marketing atau sales.

Terlepas dari gelar formal (sarjana atau magister), untuk menjadi junior data analyst setidaknya kamu sudah harus memahami hal-hal berikut:

  • Tools visualisasi data (seperti Excel, Tableau, PowerBI).
  • Pengetahuan dasar ilmu data dan statistik.
  • Pengetahuan dan keahlian tentang SQL.

Sebagai junior data analyst, tanggung jawab yang umumnya diberikan adalah:

  • Mencatat informasi-informasi penting ke Tableau.
  • Mengembangkan aplikasi Java untuk otomatisasi file re-format.
  • Mengotomatisasi proses untuk menarik dan mengumpulkan data.
  • Menggunakan tools data analytics prediktif untuk menganalisis bisnis dan memperkirakan tren.
  • Melakukan ekstraksi, pemrosesan, manipulasi, dan penyimpanan data.

Apa pun peran pertama kamu di bidang data analytics, kamu harus mengumpulkan pengalaman sebanyak-banyaknya agar lebih mudah beralih ke peran senior.

{{COMPONENT_IDENTIFIER}}

#2 Mid-Level

Setelah memiliki cukup pengalaman di entry-level, kamu akan melanjutkan karir ke mid-level. Seberapa cepat karir menuju jenjang ini bervariasi, tergantung ukuran perusahaan dan apakah kamu dapat berkembang dengan cepat di organisasi itu.

Pada mid-level, skill dan keterampilan yang kamu miliki juga harus meningkat, seperti:

  • Mahir dalam SQL.
  • Memiliki 2 hingga 5 tahun pengalaman berkaitan dengan data.
  • Memahami pemrograman dengan baik dan memiliki pengetahuan mendalam tentang bahasa pemrograman, seperti Python atau R.
  • Memahami tantangan bisnis dan mampu menghadirkan solusi berbasis data yang bisa ditindaklanjuti.
  • Mengelola proyek analitik dari awal hingga akhir (integrasi data, analisis, pelaporan).

Agar memiliki gambaran lebih jelas, inilah beberapa tugas data analyst posisi mid-level:

  • Berkolaborasi dengan tim engineer dan tim produk lain untuk menguji teori dan menganalisis dampak peluncuran sebuah produk.
  • Menyampaikan wawasan, laporan, dan rekomendasi berdasarkan data statistik guna mendorong kesuksesan organisasi/perusahaan.
  • Membangun solusi inovatif bersama stakeholder dengan tujuan meningkatkan pendapatan perusahaan sekaligus mempertahankan aliansi.
  • Secara proaktif menyarankan project yang dapat mempengaruhi pendapatan perusahaan, menentukan tujuan dan sasaran project, serta menyarankan strategi untuk mencapai tujuan tersebut.

#3 Senior Level atau Posisi Manajerial

Jenjang karir data analyst berkaitan erat dengan seberapa besar skill yang dimiliki seseorang. Semakin banyak skill dan pengalamannya, karir di bidang data analytics juga semakin naik.

Skill yang dimaksud di sini bukan hanya kemampuan teknis yang berkaitan dengan data, melainkan juga soft skill, seperti komunikasi, kolaborasi, hingga adaptasi.

Setelah menduduki posisi mid-level setidaknya 5 tahun, seorang data analyst bisa naik ke jabatan senior level. Di posisi ini, ia akan ketambahan tugas manajerial.

Untuk itu, perlu fokus mengembangkan skill leadership, tanpa meninggalkan skill teknis. Inilah beberapa tugas senior data analyst:

  • Mengarahkan, mengatur, dan memimpin semua proyek analisis data.
  • Menetapkan alur kerja data analytics, kriteria kualitas, dan metrik kinerja.
  • Mengelola desain teknis dan pengembangan alat analisis data baru.
  • Merekrut, mempekerjakan, dan melatih anggota tim baru dari tingkat junior ke atas.
  • Meninjau dan menyetujui rencana proyek.
  • Memastikan bahwa strategi analisis data sejalan dengan tujuan bisnis.

Sebagai senior data analyst, kamu diharuskan mengarahkan dan mengembangkan keahlian tim secara keseluruhan agar project yang dilaksanakan perusahaan bisa berjalan maksimal. Kamu juga berkewajiban untuk membangun komunikasi ke semua anggota tim dan memastikan mereka memahami peran masing-masing dengan jelas.

Dengan soft skill yang mumpuni, bukan tidak mungkin kamu akan mendapatkan promosi sebagai Head of Data atau bahkan Chief Data Officer.

#4 Spesialisasi

Beberapa orang mungkin memutuskan untuk menjajaki posisi manajerial, namun beberapa lainnya juga bisa mengambil jalur karir sebagai spesialis.

Di tahap spesialis, kamu akan mulai memilih dan mengasah keahlian di bidang tertentu sesuai keinginan, misalnya kamu ingin fokus mengelola data di bidang kesehatan, keuangan, machine learning, atau lainnya.

Mengingat banyaknya kebutuhan data analyst di hampir seluruh sektor industri, kamu dapat lebih mudah memilih sesuai bidang minat, seperti:

  • Financial analyst
  • Healthcare analyst
  • Machine learning analyst
  • Social data analyst
  • Insurance underwriting analyst
  • Digital marketing analyst
  • Systems analyst
  • Operations analyst

#4 Transisi ke Data Scientist

Meski data analyst juga sering disebut data scientist, namun kedua istilah ini merupakan dua jalur karir yang berbeda.

Data analyst bekerja dengan data yang terstruktur untuk menyelesaikan permasalahan bisnis. Sementara data scientist terlibat dalam proses pengumpulan data sejak awal, saat semua data masih bercampur jadi satu.

Untuk memahami lebih jauh perbedan data analyst dan data scientist, kunjungi artikel: Beda Data Analyst vs Data Scientist: Studi Kasus di Netflix.

Sebenarnya, transisi dari data analyst ke data scientist tidak sepenuhnya linier. Namun, jika ingin menjadi data scientist, kamu dapat menerapkan skill yang kamu pelajari sebagai data analyst. Nantinya, skill tersebut tinggal diperluas dan dipelajari lebih kompleks.

Sama halnya seperti data analyst, data scientist juga bekerja di banyak industri. Kamu bisa menjadi senior data scientist, machine learning engineer, atau bahkan menduduki peran C-level.

#5 Konsultan

Apabila sudah berkarir selama setidaknya 6 atau 7 tahun di dunia data analytics, kamu dapat mengepakkan karir sebagai konsultan data analytics. Pada dasarnya, konsultan melakukan pekerjaan yang sama dengan data analytics, namun mereka memiliki berbagai klien berbeda antara satu perusahaan dengan perusahaan lain.

Sebagai konsultan data analytics, nantinya kamu bertanggung jawab memberikan saran yang berkaitan dengan rencana perusahaan/klien. Oleh sebab itu, memiliki pemahaman yang kuat tentang data management system dan kemampuan strategic analytic adalah hal wajib.

Berikut beberapa tugas konsultan data analytics yang umum di dunia kerja:

  • Menganalisis data dari berbagai sumber untuk dijadikan wawasan yang bisa ditindaklanjuti dan direkomendasikan pada klien/stakeholder.
  • Merencanakan dan mengembangkan strategi marketing berdasarkan data yang sesuai dengan sasaran campaign.
  • Menganalisis dan membangun metode inovatif berhubungan dengan pengumpulan data klien.
  • Menjadi mitra bagi klien dengan membangun interaksi, memberikan saran, sekaligus mendukung mereka saat menjalani transformasi digital.

Gaji Data Analyst

Prospek gaji data analyst cukup menjanjikan. Alumni RevoU Full Stack Data Analytics buka-bukaan soal gaji yang mereka peroleh selama bekerja sebagai data analyst di berbagai industri, mulai dari e-commerce, online media, telekomunikasi, banking, sampai consulting firm.

Berikut beberapa kisaran gaji yang mereka dapatkan per tahun:

Lukas, Data Analyst Engineer di Perusahaan Telekomunikasi: Gaji Rp110 juta - Rp130 juta per tahun

Amalia, Junior Data Analyst di B2B Platform Manufacturing: Gaji Rp80 juta - Rp110 juta per tahun

Melita, Data Analyst di Bank: Gaji Rp120 juta - Rp180 juta per tahun

John, Data Analyst di E-commerce Fashion: Gaji Rp140 juta - Rp190 juta per tahun

Deni, Trend Marketing Data Analyst di FMCG E-commerce: Gaji Rp132 juta - Rp168 juta

Cek daftar gaji data analyst selengkapnya di video ini, ya!

Penutup

Data analyst adalah salah satu pekerjaan dengan jenjang karir yang bagus, sebab ada pertumbuhan konstan dalam kebutuhan data analyst di seluruh dunia. Data terus tumbuh secara eksponensial, mengartikan bahwa di masa depan akan lebih banyak permintaan untuk pakar data analyst.

Untuk berkarir sebagai data analyst, kamu akan memulai dari entry-level yang umumnya diisi untuk junior data analyst. Jika sudah memiliki pengalaman 2-5 tahun, kamu akan naik ke mid-level.

Lebih jauh lagi, dengan pengalaman 5-8 tahun, kamu dapat memilih mengambil jalur senior, manajerial, atau spesialis. Dengan semua pengalaman yang sudah dimiliki, transisi ke data scientist bisa berjalan lancar.

Apabila pengalamanmu sudah di atas 7 tahun, keputusan untuk menjadi konsultan data analytics juga mulai bisa diambil.

Hasna Latifatunnisa
Hasna has a high interest in content writing. She constantly strives to create informative and educational content. For her, writing is one of the eternal masterpieces.

Artikel Lainnya

Mau belajar

Data Analysis

?

Belajar di RevoU! Dapatkan skill digital paling in-demand langsung dari praktisi terbaik di bidangnya. Kelas online 100% LIVE, 1:1 career coaching, dan akses ke Community Hub dengan 6000+ member selamanya untuk support perkembangan karir kamu!
Menu

Mulai karirmu dalam

Data Analysis

Belajar di RevoU! Dapatkan skill digital paling in-demand langsung dari praktisi terbaik di bidangnya. Kelas online 100% LIVE, 1:1 career coaching, dan akses ke Community Hub dengan 6000+ member selamanya untuk support perkembangan karir kamu!