
Cara Pakai SQL UPDATE Query untuk Mengubah Data
SQL UPDATE query harus dieksekusi dengan sangat hati-hati karena dapat mengganti seluruh nilai dalam tabel. Simak cara pakai SQL UPDATE di artikel berikut.
Data Analytics

Bobby Christian
Salah satu perintah atau query SQL yang termasuk dalam kategori Data Manipulation Language (DML) yang sering dipakai untuk memperbaiki data yang salah adalah query UPDATE. UPDATE ini merupakan salah satu DML yang sering digunakan oleh programmer untuk memperbaiki ataupun mengganti sebuah data yang sudah ada pada tabel sebelumnya.
Perintah ini perlu dieksekusi dengan sangat hati-hati, karena apabila perintah UPDATE ini tidak disertai dengan kondisi WHERE, maka seluruh data pada kolom yang ditentukan akan terganti.
Untuk penulisan perintah UPDATE, ada dua cara yang dapat digunakan oleh seorang programmer, yaitu:
Dengan mengganti nilai pada tabel dengan menuliskan langsung kondisi yang ingin kita ganti.
Dengan menggunakan tabel lain sebagai referensi. Untuk cara kedua ini dapat dilakukan dengan cara menggunakan salah satu kolom pada tabel asal yang bersifat unik, lalu menyamakan kolom tersebut dengan kolom referensi pada tabel lain, yang juga bersifat unik.
Untuk pembahasan kedua cara ini akan dibahas pada segmen selanjutnya.
Bagaimana Cara Menggunakan SQL UPDATE Query?
Dalam penulisan perintah UPDATE, biasanya disertai dengan perintah SET untuk memasangkan nilai yang baru. Bentuk penulisan perintah ini pada umumnya adalah:
UPDATE <table_name>
SET <column_name> = <condition>Pada contoh penulisan perintah UPDATE di atas, cara untuk menuliskannya cukup mudah, yaitu hanya perlu memanggil perintah UPDATE diikuti dengan nama tabel. Lalu kita perlu menuliskan SET untuk memilih kolom mana yang akan kita ganti datanya, lalu kita menuliskan kondisi yang kita ingin berikan kepada data yang ingin diganti.
Pada contoh pada konten ini, perhatikan contoh tabel ‘demo’ berikut yang diambil dari SQLOnline.com:

Misalkan kita ingin mengubah isi dari kolom ‘Name’ menjadi ‘product’. Untuk itu, kita bisa menggunakan perintah UPDATE. Berikut cara penulisan dari perintah tersebut:
UPDATE demo
SET Name="product'Apabila kita kembali melihat isi tabel ‘demo’, maka tabel tersebut akan berisikan data berikut ini:

Pada perintah di atas, kita tidak menyertakan kondisi apapun ke dalam perintah UPDATE, sehingga SQL akan menganggap bahwa kita akan mengubah seluruh isi kolom ‘Name’ menjadi ‘product’ sesuai dengan perintah yang diberikan.
Hal inilah yang membuat programmer harus mengecek kembali perintah yang dimasukkan, karena apabila programmer tidak memberikan kondisi tertentu, maka seluruh data yang ada pada kolom yang ditentukan akan terganti.
Oleh karena itu, kita akan mengembalikan contoh tabel di atas seperti semula, lalu kita akan mengganti hanya sebagian dari data tersebut. Berikut tabel ‘demo’ yang telah dikembalikan ke semula:

Kali ini, kita hanya akan mengganti seluruh nilai pada kolom ‘Name’ di mana nama produk tersebut mengandung kata ‘SQL’ di dalamnya, menjadi