SEO vs SEM

Cari tahu perbedaan SEO vs SEM agar tahu mana yang paling cocok untuk bisnismu.
Hasna Latifatunnisa
June 23, 2022
3
min read

Mau Belajar

Digital Marketing

GRATIS?

Gabung di Mini Course RevoU untuk kursus GRATIS selama 5 hari dengan instruktur ahli dan dapatkan sertifikat digital!
ikut kursus gratis

Overview

SEO dan SEM adalah dua strategi dari digital marketing yang dilakukan untuk melakukan optimasi guna meningkatkan visibilitas website.

Memiliki tujuan yang sama, ternyata terdapat berbagai perbedaan dengan cara kerja keduanya.

Untuk mengetahui teknik apa yang tepat digunakan dalam strategi bisnismu, ketahui lebih lanjut perbedaan SEO vs SEM di artikel berikut ini.

Cara Kerja SEO

Contoh SEO
Contoh SEO

SEO adalah praktik pengoptimalan website secara berkelanjutan dengan tujuan mendapatkan ranking di halaman pertama mesin pencari atau SERP (Search Engine Optimization Page).

Taktik SEO sendiri dibagi dalam empat kategori utama, yaitu:

#1 On-Page SEO

On-page SEO
On-page SEO

On-Page adalah cara kerja SEO dengan mengoptimalkan faktor-faktor yang ada di halaman web. Pengoptimalan ini bertujuan agar memudahkan search engine memahami isi dari konten yang kamu buat. On-Page SEO biasanya mencakup optimasi judul, heading, meta description, image alt-text, dan lainnya.

#2 Off-Page SEO

Off-page SEO
Off-page SEO

Apabila On-Page melakukan optimasi dari dalam website, maka Off-Page bertugas mengoptimalkan website dari luar. Off-Page berfokus pada peningkatan kepercayaan atau kredibilitas website di mata audiens dan search engine. Taktik ini dilakukan dengan cara link building, backlink, dan lainnya. 

Saat search engine mengetahui website kamu terpercaya dan kredibel bagi audiens, maka Google berpotensi menempatkan website kamu di ranking yang lebih tinggi.

#3 Technical SEO

Dalam technical SEO, kamu harus memastikan bahwa Google dapat mengindeks dan melakukan crawl di semua halaman website kamu. Teknik ini berhubungan dengan optimasi kecepatan situs, mobile-friendly, crawlability, keamanan, pengindeksan, dan sebagainya.

#4 Konten

Konten adalah salah satu faktor yang dipertimabngkan Google agar website kamu mendapatkan ranking tinggi. Konten yang kurang berkualitas akan lebih sulit mendapatkan ranking tinggi di search engine dan sebaliknya. Di sini, kamu memerlukan strategi konten yang tepat sesuai kebutuhan bisnismu.

Cara Kerja SEM

Contoh SEM
Contoh SEM

Search Engine Marketing atau SEM adalah strategi yang menggunakan taktik berbayar untuk mendapatkan visibilitas di search engine atau dikenal juga dengan pay-per-click (PPC).

Jika SEO lebih menekankan pada pengoptimalan website secara organik, maka SEM adalah memanfaatkan platform periklanan PPC seperti Google Ads untuk menjangkau target audiens.

Dari segi teknis, SEM biasanya akan memulai campaign dengan melakukan keyword research dan memperhatikan iklan dari kompetitor.

Campaign dalam SEM sendiri bisa meliputi Search Ads, Shopping Ads, Display Ads, Gmail Ads,dan YouTube Ads.

Saat audiens mencari keyword tertentu di search engine yang sesuai dengan bisnis kamu, disitulah mereka biasanya akan melihat iklan khusus di bagian atas SERP dengan penanda ikon “Ad” atau “Iklan”.

Persamaan SEO vs SEM

Meskipun proses yang digunakan berbeda, namun SEO dan SEM memiliki beberapa persamaan, yaitu sebagai berikut:

Membangun Brand Awareness

Baik SEO maupun SEM, keduanya sama-sama bisa digunakan untuk membangun brand awareness. SEO bisa bersaing dalam hasil pencarian organik, sementara SEM akan menempati posisi iklan berbayar di bagian atas SERP yang memungkinkan kamu mendapatkan kredibilitas atau kepercayaan lebih tinggi.

Meningkatkan Traffic Website Melalui Keyword

Tujuan SEO dan SEM adalah sama-sama berupaya meningkatkan traffic website yang ditargetkan perusahaan. Keduanya menekankan pada keyword untuk mendapatkan visibilitas yang setelahnya bisa dikonversi menjadi lead dan penjualan.

Perbedaan SEO vs SEM

SEO VS SEM
SEO vs SEM

#1 Biaya yang Dikeluarkan

Dengan SEO, Tidak ada biaya yang harus dikeluarkan saat ada audiens yang mengunjungi atau mengklik website kamu. Berbeda dengan SEM yang mengharuskan kamu membayar setiap kali website kamu mendapatkan klik dari audiens.

Meski sebagian orang beranggapan bahwa SEO tidak memerlukan biaya alias gratis, namun saat kamu ingin mencapai hasil maksimal dalam optimasi website melalui pencarian organik, kamu membutuhkan biaya untuk membentuk tim SEO yang kompeten. 

Pembentukan tim SEO mengartikan kamu harus menyiapkan gaji, tools, pelatihan, dan teknologi pengoptimalan lainnya.

Sementara dengan SEM, walaupun biaya yang dikeluarkan memang lebih tinggi agar bisa terus beriklan, namun kamu membutuhkan lebih sedikit sumber daya internal untuk mengelola iklan tersebut.

#2 Pemilihan Target Audiens

Saat kamu menjalankan SEO, kamu tidak bisa benar-benar memilih target audiens. Artinya, konten kamu bisa mengarah ke semua kategori audiens.

Sementara dengan SEM, kamu bisa memilih audiens yang menjadi target kamu. SEM memungkinkan kamu dapat menentukan audiens berdasarkan lokasi, umur, dan lainnya untuk menampilkan hasil pencarian keyword sesuai target.

#3 Waktu untuk Mendapatkan Hasil

Waktu seringkali menjadi pertimbangan utama perusahaan untuk memutuskan penggunaan SEO vs SEM.

SEM memiliki waktu yang lebih cepat dan sesegera mungkin untuk menghasilkan traffic. Sebaliknya, SEO memerlukan waktu cukup lama untuk memberikan keuntungan traffic guna meningkatkan lead dan penjualan.

#4 Penggunaan Jangka Panjang

Untuk penggunaan jangka panjang, disinilah SEO memiliki keuntungan besar. Dengan menggunakan strategi SEO yang tepat, halaman website kamu bisa tetap berada di halaman pertama search engine selama bertahun-tahun. 

Dengan begitu, kamu bisa terus menghasilkan pendapatan dengan investasi minimal.

Lain halnya dengan SEM, saat kamu sudah tidak melakukan campaign iklan, maka traffic dan lead juga akan berhenti yang mengakibatkan tidak ada lagi proses transaksional dalam bisnis.

#5 Tingkat Kepercayaan Audiens

Dalam hal kepercayaan, audiens akan lebih mempercayai pencarian organik atau SEO, sebab sebagian dari mereka telah memahami bahwa saat suatu bisnis menjalankan iklan, sudah pasti ada biaya yang dikeluarkan untuk membayar iklan tersebut

Terlebih, Google telah memberi ikon penanda “iklan” atau “Ad” di setiap halaman website yang dapat membedakan SEO dengan SEM.

#6 Potensi Click Through Rate (CTR)

SEO dapat menghasilkan CTR lebih tinggi dibanding SEM. Berdasarkan studi yang dilakukan oleh Advanced Web Ranking, apabila ranking halaman website kamu menduduki tiga posisi teratas di SERP, maka SEO akan berpotensi mengalahkan SEM.

Namun, jika halaman website kamu masih berada di bawah ranking ketiga atau bahkan masih berada di halaman kedua search engine, memungkinkan SEM tetap mendatangkan CTR lebih banyak.

#7 Peluang Melakukan Testing

Saat menjalankan SEM, kamu bisa langsung melakukan pengujian keyword, copy iklan, dan strategi penawaran. Jika strategi tersebut belum sesuai target, maka kamu bisa langsung mengganti judul iklan, landing page, dan lainnya sesuai kebutuhan.

Berbeda dengan itu, kamu tidak dapat melakukannya melalui SEO. Hal ini dikarenakan SEO memerlukan waktu cukup lama untuk melihat dampak dari strategi konten, apakah keyword yang kamu gunakan dalam konten berhasil atau tidak.

SEO vs SEM, Mana yang lebih Baik?

Lalu, teknik optimasi mana yang lebih baik dilakukan? SEO atau SEM? 

Untuk menjawab hal tersebut, kamu harus melihat dari berbagai faktor sesuai kebutuhan bisnismu. Ada saat tertentu yang mengharuskan kamu menggunakan SEO, SEM, atau bahkan keduanya.

Pertimbangan Penggunaan SEO

Saat ini, SEO mulai menjadi teknik yang banyak digunakan perusahaan untuk investasi jangka panjang. Berikut beberapa faktor yang bisa kamu pertimbangkan saat ingin menggunakan SEO:

  • Memiliki banyak waktu

Mengingat strategi SEO memerlukan waktu berbulan-bulan untuk mendatangkan traffic organik guna menghasilkan lead dan penjualan, pastikan kamu juga memiliki banyak waktu untuk melakukan itu terhadap bisnismu.

  • Kamu ingin memperkuat reputasi brand online

SEO bisa digunakan untuk mengontrol reputasi brand kamu di hasil pencarian Google. Hal ini dikarenakan kamu bisa menjangkau konten apa yang akan kamu tampilkan di website, termasuk melakukan press release, menyampaikan kelebihan brand, dan lainnya.

  • Kamu ingin melakukan investasi jangka panjang

Teknik SEO memiliki efek jangka panjang yang baik untuk membangun brand dan bisnis. Saat kamu sudah memiliki strategi yang tepat dalam SEO, maka halaman website kamu dapat terus berada di ranking atas search engine dalam jangka waktu lama.

Pertimbangan Penggunaan SEM

Berikut beberapa pertimbangan jika kamu ingin menggunakan SEM:

  • Memerlukan hasil yang cepat

Dikarenakan pay-per-click dapat membawa hasil secepat mungkin, SEM cocok digunakan untuk brand baru. Dalam waktu singkat, kamu bisa membuat iklan, mengatur anggaran, dan memperoleh visibilitas pencarian.

  • Ingin menguji efektivitas keyword

Saat kamu masih ingin melakukan uji efektivitas keyword untuk mulai mempertimbangkan SEO, campaign SEM dapat membantu hal itu. Campaign iklan berbayar berguna dalam mengetahui keyword apa saja yang paling efektif untuk meningkatkan traffic dan paid customer.

Pertimbangan Penggunaan SEO dan SEM

Berikut beberapa hal yang menjadi pertimbangan saat kamu ingin menggunakan SEO dan SEM secara bersamaan:

  • Mendominasi SERP

Apabila bisnis kamu ingin mendapatkan ranking tinggi sekaligus memiliki Ad placement di search engine, inilah yang disebut mendominasi SERP. Langkah ini sangat efektif untuk menonjolkan brand kamu dalam persaingan bisnis.

Namun, perlu diingat bahwa untuk menjalankan keduanya secara bersamaan diperlukan biaya yang lebih banyak. Jadi, pastikan kamu melakukan audit keuangan dengan tepat jika ingin melakukan langkah ini.

  • Melakukan remarketing campaign

Remarketing campaign adalah cara yang digunakan untuk menampilkan iklan secara spesifik bagi audiens yang sebelumnya pernah mengunjungi website kamu. Dengan optimasi SEO yang dijalankan maksimal, kamu dapat menjangkau audiens yang sebelumnya tidak terkonversi menjadi customer

Penargetan audiens ini dapat melalui display Ads, search Ads, dan lainnya.

Apabila kamu ingin mempelajari lebih detail bagaimana cara belajar SEO, kamu bisa mengunjungi artikel Panduan Karir: Belajar SEO.

Hasna Latifatunnisa
Hasna has a high interest in content writing. She constantly strives to create informative and educational content. For her, writing is one of the eternal masterpieces.

Artikel Lainnya

Menu

Mulai karirmu dalam

Digital Marketing

Gabung di Mini Course RevoU untuk kursus GRATIS selama 5 hari dengan instruktur ahli dan dapatkan sertifikat digital!
ikut kursus gratis