Pengalaman Berpindah Karir selama Pandemi

Student Testimonials

Pengalaman Berpindah Karir selama Pandemi

Sebelum akhirnya memutuskan untuk melakukan career pivot ke digital marketing, Giska Adilah merupakan seorang business analyst yang juga memiliki latar belakang di dunia riset.

Setelah bertahun-tahun bekerja, Giska jarang bersentuhan dengan hal-hal yang berhubungan dengan digital marketing. Lingkup pekerjaannya selalu berhubungan dengan riset dan data analisis, sehingga pengetahuannya mengenai digital marketing pun terbilang minim.

Ketika akhirnya ia memutuskan untuk berpindah haluan karir, ia sadar bahwa ia perlu memiliki pengetahuan mendalam dan juga pengalaman langsung di bidang digital marketing. Maka dari itu, ia pun mencoba untuk mengikuti kursus digital marketing di RevoU.

Sebelum bergabung, Giska sempat menghubungi salah satu alumni RevoU yang merupakan seorang career changer seperti dirinya, Radindya Dyah, melalui LinkedIn. Dari cerita Dinda, Giska semakin yakin bahwa dengan belajar di RevoU, seseorang tanpa pengalaman dan pengetahuan digital marketing seperti Dinda bisa berkarir di digital marketing.

Alasan lain yang membuat career changer sepertinya tertarik untuk mengikuti program digital marketing di RevoU adalah karena adanya job guarantee. Menurutnya, hal ini menunjukkan bahwa RevoU mau berinvestasi pada murid-muridnya yang ingin mencari kerja di bidang digital marketing dengan menawarkan refund apabila mereka tidak mendapatkan kerja setelah selesai mengikuti program.

Paham Berbagai Area Digital Marketing

Untuk seseorang yang tidak memahami keseluruhan aspek di digital marketing sepertinya (full-stack digital marketing), kurikulum di RevoU sangat membantu Giska dalam memahami berbagai spesialisasi atau jenis-jenis pekerjaan di area ini.

Semenjak hari pertama kelas, para murid sudah mulai dikenalkan dengan istilah-istilah digital marketing, seperti Customer Acquisition Cost (CAC), organic and paid channels, dan sebagainya. Hal ini sangat membantunya untuk memahami konsep dasar digital marketing, sehingga ia dapat dengan mudah mengikuti pembelajaran untuk topik-topik berikutnya. Tiap minggunya, Giska selalu bersemangat mempelajari topik-topik baru, mulai dari Social Media Ads, Search Engine Marketing (SEM), hingga Search Engine Optimization (SEO).

Menurutku yang membuat aku semakin paham dengan topik yang dipelajari adalah karena ada tugas mingguan, jadi nggak hanya kelas dan belajar teorinya aja. Karena tiap minggu diminta kerjain tugas, pelajaran di kelas jadi lebih nempel dan bahkan terpakai di tempat kerjaku sekarang.

Hingga kini, Giska sesekali membuka kembali materi-materi yang ia pelajari di RevoU apabila di kantornya ia diminta melakukan pekerjaan tertentu. Ia pun merasa terbantu karena RevoU menyediakan akses unlimited ke materi yang dipelajarinya selama program.

Setelah lulus dari RevoU, Giska kini mendapatkan pekerjaan sebagai Digital Marketing Executive di Smart Eye, sebuah startup yang bergerak di bidang teknologi dan menawarkan jasa Virtual Reality (VR) dan Augmented Reality (AR). Ini merupakan hal baru baginya karena sebelum bergabung di Smart Eye, Giska pernah sesekali membaca tentang VR dan AR, tapi pengetahuannya tidak mendetail dan mendalam. Namun berkat pengalamannya belajar digital marketing di RevoU, Giska pun berani untuk mendaftar ke perusahaan yang menyediakan teknologi yang bisa dibilang masih baru di Indonesia tersebut.  

Di sisi lain, Giska merasa tertantang karena role yang dipegangnya sekarang mengharuskannya untuk lebih update terhadap perkembangan teknologi yang ditawarkan perusahaannya. Sehingga ia harus banyak mencari referensi-referensi yang kebanyakan dari luar negeri, banyak membaca artikel dan nonton video-video tentang VR dan AR.

Di RevoU, aku dan teman-teman lain sudah terbiasa untuk melakukan self-study dengan membaca artikel atau menonton video untuk memperdalam pemahaman kami sebelum lecture. Jadi kebiasaan tersebut memudahkanku ketika harus mencari informasi yang dibutuhkan di kerjaan.

Pengalaman Magang di salah satu Startup Singapura

Setelah menyelesaikan Program Digital Marketing selama 3 bulan, murid-murid yang ingin memperdalam keterampilan praktikalnya diperbolehkan untuk mengikuti RevoU Labs, yakni program lanjutan selama 3 bulan di mana murid-murid akan diberikan proyek digital marketing dari partner-partner RevoU.

Pada saat itu, Giska mendapatkan proyek dari Style Tribute, sebuah startup di Singapura yang merupakan marketplace untuk jual-beli (resale) barang-barang mewah.

Saat di RevoU Labs, aku senang banget sih karena dikasih kesempatan untuk handle partner dan betul-betul turun langsung ngerjain Facebook dan Google ads campaign mereka. Selain menjadi bentuk approval untuk diriku sendiri, pengalaman di Labs juga jadi bentuk pembuktian yang berguna ketika proses pencarian kerja. Karena ketika wawancara, hiring manager akan melihat pengalaman kita sebelumnya yang berhubungan dengan posisi yang kita lamar.

Karena mendapat partner dari Singapura, Giska pun jadi belajar untuk memahami situasi bisnis di luar Indonesia. Ia juga merasa kemampuan bahasa Inggris dan presentasinya meningkat karena tiap minggu ia harus melaporkan pencapaiannya ke partner.

Salah satu weekly report deck yang Giska buat selama menjalani RevoU Labs

Proyek ini pun ia kerjakan dengan beberapa rekan satu timnya, sehingga selain dapat melatih kerja sama, ia pun jadi terus termotivasi dan semangat karena bisa bekerja bersama orang-orang yang juga memiliki tujuan yang sama dengannya, yakni meniti karir di digital marketing.

Persiapan Mencari Kerja dan Dukungan Moral dari Career Coach

Selama memegang proyek digital marketing di RevoU Labs, para murid di RevoU juga diberikan fasilitas lain yang mendukung proses pencarian kerja mereka, yaitu career support.

Menurut Giska, fasilitas ini sangat mempermudah proses pencarian kerja karena RevoU memberikan daftar lowongan pekerjaan di bidang digital marketing yang di update tiap harinya, sehingga ia tidak perlu repot mengecek tiap portal job untuk mencari lowongan kerja terbaru.

Hal-hal yang diajarkan kepada murid RevoU yang mengikuti career support adalah bagaimana cara membuat CV yang menarik perhatian hiring manager, cara membangun portofolio dari tugas-tugas dan proyek digital marketing yang selama ini mereka kerjakan di RevoU, serta membuat profile LinkedIn-nya menjadi lebih profesional.

Dibandingkan dengan pengalamannya mencari kerja sebelum mendapat career support dari RevoU, Giska merasa wawancara kerja yang ia hadiri menjadi lebih lancar karena ia telah diberitahu mengenai alur wawancara oleh career coach. Mulai dari bagaimana cara memperkenalkan diri, menjelaskan pengalaman dan pencapaian kerja, sampai mencari tau bagaimana pertanyaan-pertanyaan yang biasa ditanyakan ketika wawancara untuk role yang ia lamar. Intinya, ia merasa lebih siap ketika ada panggilan wawancara.

Giska juga merasa salah satu hal yang paling berkesan adalah adanya bimbingan dari career coach-nya, Salsa Erwina. Karena ia sudah memiliki pengalaman sebagai hiring manager selama 4 tahun di iPrice, sebuah perusahaan yang berbasis di Malaysia, Giska jadi lebih memahami apa yang sebetulnya hiring manager cari ketika mempekerjakan karyawan.

Salah satu sesi career support yang Giska ikuti di RevoU
Aku juga sangat terbantu dengan adanya moral support dari career coachku. Kak Salsa terus meyakinkan kalau aku bisa, karena aku sudah belajar dan mengerjakan proyek selama di RevoU. Jadi semakin menambah rasa percaya diriku untuk bersaing di proses pencarian kerja.

Giska pun menjelaskan bahwa sesi coaching juga membantunya untuk tetap fokus mempersiapkan wawancara. Apabila Giska belum berhasil lanjut di satu lowongan kerja, career coach terus membimbingnya untuk mencari tau apa yang bisa ia perbaiki dan membantu memberikan solusinya. Sehingga ia semakin mantap ketika menghadiri panggilan wawancara selanjutnya.

Kerja keras dan usaha Giska pun memberikan hasil. Ia mendapatkan dua tawaran kerja bahkan sebelum ia menyelesaikan Program Digital Marketing di RevoU.

Nur Fajriah Syukri

Nur Fajriah Syukri

Content Marketing Executive di RevoU.