Belajar dari Kisah Alumni ITB dan Antler Ini dalam Membangun Startupnya

Student Testimonials

Belajar dari Kisah Alumni ITB dan Antler Ini dalam Membangun Startupnya

Sebagai startup founder, aku menyadari bahwa cara terbaik untuk menumbuhkan bisnis adalah dengan mengembangkan kemampuan diriku sendiri terlebih dahulu. Oleh karena itu, aku mencoba memahami semua aspek fundamental dalam bisnis, dan keahlian yang menurutku akan berdampak signifikan pada bisnisku adalah digital marketing - Faiz, CEO & Co-founder Bubays.

Masalah telah menjadi sarapan sehari-hari bagi startup founders. Jika tidak ada masalah, maka tidak ada tantangan, sehingga tidak ada celah untuk perbaikan. Tentu saja semua founders menginginkan bisnis mereka dapat terus berkembang. Sehingga usaha yang perlu dilakukan adalah mengatasi masalah yang ada dan mencoba mencari solusi terbaik untuk diterapkan.

Karena itu, pengetahuan yang komprehensif mengenai seluruh aspek dalam bisnis sangat perlu dimiliki oleh seorang founder. Fungsinya tentu untuk mempermudah proses pengambilan keputusan strategis yang akan berdampak pada kelangsungan bisnis. Hal ini pula yang disadari oleh Muhammad Faiz Ghifari, CEO dan salah satu founder Bubays, sebuah startup yang memproduksi makanan segar dan sehat untuk bayi.

Sedikit cerita tentang Bubays, startup ini adalah 1% dari +3000 startup di dunia yang bergabung dan mendapatkan pendanaan dari Antler Singapore, sebuah generator startup global dan modal ventura yang berfokus pada pembangunan perusahaan teknologi inovatif.

Sebelum membangun Bubays, Faiz yang dahulu berkuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB) ini pernah bergabung dengan GreaterHub, sebuah program inkubasi yang dibawahi dan didukung oleh Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB). Dalam program ini, ia mempelajari pengetahuan dasar tentang startup serta memperoleh bimbingan atau mentorship yang membantunya menjalankan bisnisnya hingga sekarang. Lingkungan di sana juga mendukung bisnisnya untuk berkembang karena ia dapat bertukar ide dengan sesama startup founder yang juga bergabung di GreaterHub.

Sebagai universitas yang meluluskan startup founder paling sukses terbanyak di Indonesia, ITB kian menunjukkan dukungannya terhadap kewirausahaan mahasiswa dengan menciptakan program inkubasi lain yang bernama Lembaga Pengembangan Inovasi dan Kewirausahaan (LPiK). Selain itu, ITB juga memiliki beragam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang bergerak di bidang kewirausahaan, acara mahasiswa seperti Pekan Wirausaha Mahasiswa, serta dukungan penuh bagi mahasiswa yang ingin bergabung dalam program pendanaan Pemerintah.


Tantangan Utama bagi Early-Stage Startup

Salah satu tantangan yang dihadapi oleh seluruh startup yang baru saja berdiri adalah mengetahui cara untuk mendapatkan konsumen awal serta feedback dari mereka yang dapat digunakan sebagai bahan evaluasi bisnis. Konsumen awal merupakan unsur penting bagi sebuah bisnis karena merupakan sumber awal bisnis dalam menghasilkan pendapatan dan profit, tanpa mengandalkan bantuan dana dari investor. Sehingga apabila sebuah startup berhasil memperoleh konsumen awal dengan biaya yang efektif, maka hal tersebut menunjukkan bahwa startup tersebut mampu untuk terus menghasilkan keuntungan dari aktivitas bisnisnya.

Salah satu ilmu yang dapat membantu Faiz dalam menghadapi tantangan tersebut adalah digital marketing. Karena itulah, Faiz merasa perlu untuk mempelajarinya secara mendalam sehingga akhirnya memutuskan untuk bergabung di Program Digital Marketing RevoU. Salah satu hal yang membuatnya tertarik dengan program ini adalah sistemnya yang online namun tetap live.

Sistem belajar di RevoU ini efektif buatku. Kelas yang diadakan secara online sangat time-efficient karena aku tidak perlu pulang-pergi untuk menghadiri kelas. Dan karena kelasnya live, aku jadi bisa berinteraksi dengan instruktur dan teman sekelas lain, sehingga ada intensi untuk jadi lebih aktif dan terasa seperti ruang kelas yang nyata. Tidak seperti kursus online lain yang pre-recorded sehingga interaksi hanya satu arah dan jadi kurang asik.

Selain itu, hal yang membulatkan keputusannya untuk bergabung di program ini adalah instruktur RevoU yang memiliki pengalaman praktikal dengan konteks yang sesuai dengan kebutuhan pasar di Asia Tenggara. Kebanyakan kursus digital marketing yang ada mengacu pada kondisi pasar di Amerika Serikat, sehingga hal itu dirasanya kurang relevan dengan kebutuhan bisnisnya yang saat ini beroperasi di Indonesia. Sedangkan di RevoU, ia dapat mempelajari bagaimana digital marketing dijalankan di Asia Tenggara, tentunya dilengkapi penyesuaian dengan kondisi pasar di Indonesia.


Pengalaman di RevoU

Sebagai seorang pemilik bisnis, Faiz memiliki jadwal dan kegiatan yang padat. Ia harus memikirkan strategi yang akan dijalankan perusahaan, mendelegasikannya kepada pegawainya, serta memastikan kegiatan operasional bisnisnya berjalan dengan baik. Karena itu, kemampuan manajemen waktu sangat diperlukan olehnya.

Jadwal kelas di RevoU yang fleksibel, karena diadakan di malam hari, sangat sesuai dengan preferensi Faiz karena tidak mengganggu jam kerjanya. Tugas intensif yang diberikan secara harian dan mingguan juga justru melatih kemampuannya dalam mengalokasikan waktu dan memprioritaskan segala pekerjaannya.

Dalam menjalankan sebuah bisnis, aku sadar bahwa manajemen waktu sangat diperlukan. Tugas dan kelas yang intensif di RevoU sangat melatihku dalam membagi waktu antara kegiatan bisnis dan kursus. Pada intinya, aku rasa waktu yang aku alokasikan untuk belajar di RevoU sepadan dengan hasil yang aku dapatkan.

Faiz menganggap bahwa waktu yang ia alokasikan untuk mengikuti program ini sebagai sebuah investasi. Karena itu, ia pun mencoba memanfaatkan fasilitas yang diberikan program ini sebaik mungkin. Misalnya ketika kelas sedang berlangsung, Faiz dengan aktif menanyakan hal-hal yang belum ia pahami atau contoh praktik digital marketing di top companies yang relevan dan bisa ia implementasikan pula di Bubays.

Interaksi proaktif yang Faiz lakukan ini tentu menjadi nilai tambah untuk perkembangan diri serta bisnisnya. Karena selain mendapatkan ilmu yang merupakan pengalaman asli dari instruktur di RevoU, interaksi antar murid di kelas online ini juga menjadi kesempatannya untuk membangun networking untuk bisnisnya.

Penerapan Pada Bisnis

Kembali pada tujuan utama Faiz ketika memutuskan bergabung di RevoU, yaitu untuk meningkatkan pengetahuan mengenai digital marketing yang dapat langsung ia praktikkan dalam bisnisnya. Setelah mengikuti kelas selama 10 minggu, Faiz telah mengaplikasikan pembelajaran yang ia dapatkan ke bisnisnya. Ia bahkan membagikan pengetahuan yang didapatkan di kelas dan mengajarkannya kepada pegawainya di Bubays.

Selain mempelajari hal teknis dan tools yang berguna untuk kegiatan digital marketing, Faiz juga merasa bahwa pembelajaran di RevoU telah membentuk pola pikirnya menjadi lebih strategis sehingga memudahkannya menjalankan berbagai aspek dalam bisnis, misalnya kini ia lebih mengerti cara membuat digital marketing roadmap untuk Bubays.

Selain proses pendistribusian produk, hal lain yang juga menjadi tantangan besar untuk Faiz adalah pengelolaan sumber daya manusia. Mengetahui bagaimana cara menentukan keahlian apa yang dibutuhkan oleh perusahaan sehingga dapat mempekerjakan pegawai yang tepat merupakan hal yang diperlukan oleh seorang founders, terutama ketika ia baru membangun timnya dari awal.

Setelah mempelajari digital marketing secara komprehensif di RevoU, Faiz merasa lebih baik dalam memimpin dan mendelegasikan tugas kepada anggota timnya. Selain itu, ia juga memiliki pemahaman yang lebih dalam tentang proses rekrutmen karyawan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Di RevoU, aku bertemu dengan instruktur yang merupakan digital marketer pengalaman serta teman-teman sekelas yang juga antusias mempelajari digital marketing. Sehingga kini, aku jadi mendapatkan bayangan dan benchmark tentang kualifikasi apa yang harus dimiliki calon digital marketer-ku nantinya.

Nur Fajriah Syukri

Nur Fajriah Syukri

Content Marketing Executive di RevoU.