Cara Membuat LinkedIn Summary yang Berbeda dan Berkesan

Career Tips

Cara Membuat LinkedIn Summary yang Berbeda dan Berkesan

Kamu sudah selesai membuat akun LinkedIn, tapi masih bingung harus menulis apa di bagian summary profilmu? Sudah mencontek profil teman-temanmu, tapi jadi semakin bingung harus menulis dengan lengkap atau yang singkat-singkat saja?

LinkedIn Summary merupakan tempat kamu untuk melakukan virtual elevator pitch. Elevator pitch adalah sinopsis ringkas mengenai latar belakangmu. Biasanya kamu akan menggunakannya ketika berada di networking event atau jika perekrut bertanya saat wawancara kerja “Ceritakan tentang diri kamu!”

Jadi pastikan LinkedIn Summary milikmu berisikan :

  • pengalaman kerja
  • kualifikasi yang kamu punya, dan
  • informasi seputar kepribadianmu yang ingin kamu tunjukkan.

Selain dapat memberi kesan bahwa kamu orang yang detail dan memerhatikan hal kecil, LinkedIn Summary yang lengkap juga bisa memberikan informasi baru bagi orang yang melihat profilmu, misalnya rekruter dari perusahaan yang sedang kamu lamar atau bahkan membuka kesempatanmu untuk mendapatkan direct recruit dari perusahaan yang tidak kamu sangka!

Cara Membuat LinkedIn Summary

1. Beri Kesan Pertama yang Kuat

First impressions are the most lasting

Coba pikirkan, pernahkah kamu dengan cepat memutuskan untuk tidak menyukai seseorang hanya karena kesan pertama yang tidak menyenangkan? Mungkin karena orang tersebut tidak tersenyum hangat saat kalian berjabat tangan, atau karena ia tidak mengucapkan terima kasih setelah kamu menawarinya minum?

Berdasarkan penelitian Rydell dan McConnel (2006), kesan pertama memengaruhi penilaian personal terhadap seseorang, bahkan ketika ada bukti kontradiktif lain yang bisa membantah hal tersebut. Karena itu, penting untukmu mempersiapkan kesan pertama yang baik, salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan membuat kalimat awal yang menarik pada LinkedIn Summary.

Kamu bisa membuatnya sesuai dengan minat kamu pada bidang atau profesi tertentu, hal unik tentang kamu, atau quotes dari idola yang sejak dulu kamu jadikan moto hidup.

2. Kumpulkan Semua Informasi tentang Dirimu

I. Bahas Pengalaman Kerja

Jangan berpikir bahwa kamu tidak perlu memasukkan informasi mengenai pengalaman kerja di LinkedIn Summary karena sudah menuliskannya di bagian ‘Pengalaman’. Justru ini merupakan kesempatanmu untuk meringkas dan menunjukkan pencapaian yang kamu hasilkan.

Misalnya, apabila kamu bekerja sebagai SEO strategist, jangan lupa tuliskan bahwa kamu pernah meningkatkan CTR sebesar 40% selama masa kerjamu. Atau kalau kamu merupakan Software Engineer, ceritakan kisahmu yang berhasil membuat web-based application untuk kegiatan operasional perusahaan.

Bagi kamu yang belum memiliki pengalaman kerja, LinkedIn Summary juga bisa kamu isi dengan pengalaman magang, organisasi, serta kepanitiaan yang pernah kamu ikuti. Jadi jangan berkecil hati!

II. Beri Tahu Kualifikasi dan Keahlian yang Kamu Punya

Sekarang saatnya kamu membahas keahlian apa saja yang kamu miliki. Baik itu soft-skill yang kamu dapatkan sejak bergabung di organisasi kampus, hingga keahlian tertentu yang kamu kuasai setelah lama bekerja.

Misalnya, kamu ahli menganalisis data setelah 2 tahun bekerja di divisi product management. Atau buat jika kamu baru lulus, kamu bisa menuliskan keterampilan mendesain poster yang kamu kuasai karena pernah menjadi kepala divisi desain dan publikasi di organisasi kampus.

III. Tunjukkan Kepribadianmu yang Menarik

Pada bagian summary, kamu tidak hanya dapat menuliskan informasi yang melulu hanya mengenai pekerjaan. Kamu juga bisa menceritakan hal-hal personal lain yang menarik dan menggambarkan kepribadianmu.

Misalnya jika kamu tertarik dengan isu sosial dan politik dan sering mengikuti acara diskusi dengan komunitas tertentu. Atau jika kamu merupakan pemerhati lingkungan yang bercita-cita membuat organisasi non-profit untuk melindungi hutan dari penebangan liar.

Hal-hal tersebut memang tidak bisa digunakan untuk memamerkan keahlianmu di dunia kerja, tapi tentu kehidupan di kantor tidak melulu soal pekerjaan bukan? Dan jika kamu bisa membungkus cerita ini dengan baik, orang yang membaca juga akan mendapat nilai tambah mengenai sosok kamu di luar lingkungan kerja.

3. Pilih Gaya Penyampaian yang Sesuai Denganmu

Setelah tau apa saja yang ingin kamu tulis, saatnya memilih cara penyampaiannya. Kamu bisa menyampaikan dengan gaya bercerita, membuat summary profilmu ringkas dan jelas, atau gabungan dari keduanya.

  • Gaya Bercerita

Kalau kamu ingin menunjukkan hal yang berbeda dari kebanyakan orang, gaya ini pas untukmu. Dengan bercerita, kamu bisa memamerkan kepribadianmu yang menarik agar diketahui orang lain. Karena lebih menunjukkan soft-skill dibandingkan hard-skill, cara ini ideal untuk dua tipe pengguna LinkedIn: “Si Penambah Teman” dan “Si Lulusan Baru”. Jika kamu ingin menambah jaringan pertemanan di LinkedIn, maka cara ini dapat membuatmu terlihat unik. Apalagi jika kamu menuliskan pengalaman tak terlupakan yang membentuk kepribadianmu sekarang.

Cara ini juga cocok untuk kamu yang belum memiliki banyak pengalaman kerja, misalnya para lulusan baru. Daripada hanya menuliskan pengalaman magang yang hanya beberapa bulan, kamu bisa menceritakan bagaimana karaktermu yang tegas telah sangat membantumu dalam membuat perubahan total di organisasi yang kamu pimpin.

  • Tegas dan Tuntas

Gaya menulis ini cocok untukmu yang ingin merintis karir di perusahaan yang tergolong konservatif. Misalnya apabila kamu seorang pengacara dan ingin menunjukkan pengalaman dan keahlianmu dengan efektif dan efisien (sehingga tidak memerlukan kalimat-kalimat pemanis yang mungkin akan mengurangi kredibilitasmu).

Jika kamu sedang mencari kerja, cara ini juga bisa kamu terapkan karena dapat langsung menyorot informasi yang ingin kamu tunjukkan pada rekruter yang sedang mengecek profil LinkedIn-mu.

  • Gabungan

Sesuai dengan namanya, ini merupakan gabungan dari kedua cara sebelumnya. Cara ini cocok untuk kamu yang ingin menunjukkan profesionalitas, tapi di saat yang bersamaan juga ingin menunjukkan sisi yang lebih santai dan kepribadianmu yang tidak kalah menarik.

4. Tutup dengan Call-to-Action

Oke, sekarang kamu sudah pamerkan pengalaman dan kemampuan yang kamu punya. Tapi jangan berhenti sampai di sini saja.

Tutup elevator pitch-mu ini sehingga perekrut yang tertarik dengan profilmu akhirnya membulatkan keputusannya dan segera menghubungi kamu.

Buatlah kalimat penutup yang menunjukkan bahwa kamu sangat terbuka untuk berdiskusi lebih lanjut mengenai bidang yang kamu sukai. Atau apabila kamu sedang mencari pekerjaan, tuliskan bahwa kamu kini terbuka pada pada tawaran di posisi atau bidang tertentu. Jadi pada bagian akhir LinkedIn Summary, kamu bisa mencantumkan alamat email atau nomor telepon yang bisa digunakan oleh perekrut agar lebih mudah dalam menghubungimu.

RevoU Staff

RevoU Staff

Awali karirmu di perusahaan teknologi bersama RevoU!